Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mengandalkan 14 unit genset sebagai sumber daya listrik cadangan, tetapi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) masih dipantau secara manual melalui pembacaan level tangki yang digunakan bersama oleh beberapa unit. Pada periode November 2025–Februari 2026, estimasi pemakaian BBM sebesar 3.712–4.176 liter/bulan berselisih sekitar 1.700–1.840 liter/bulan terhadap penurunan stok terukur, sehingga konsumsi aktual per unit tidak dapat diketahui. Penelitian ini bertujuan merancang sistem monitoring konsumsi BBM untuk 10 unit genset berkonfigurasi dual line di Gedung MPH 2 menggunakan metode dual flow meter serta menyusun dokumen Detail Engineering Design (DED), Bill of Quantity (BOQ), dan Rencana Kerja dan Syarat (RKS). Penelitian menggunakan pendekatan rekayasa (engineering design) yang dipilih karena pemasangan langsung pada fasilitas kritis bandara berisiko terhadap kontinuitas kelistrikan. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi laporan BBM, dan studi literatur, kemudian rancangan diverifikasi melalui perhitungan teoretis serta simulasi OpenPLC Runtime dan Node-RED. Konsumsi aktual dihitung dari selisih debit jalur supply dan return (Qaktual = Qsupply − Qreturn) menggunakan oval gear flow meter, dua PLC industri redundan, dan komunikasi Modbus RTU/RS-485. Hasil analisis menunjukkan galat gabungan instrumen 0,71% pada kondisi nominal dan 1,71–2,21% pada kondisi terburuk, estimasi waktu pembaruan data 0,5–0,8 detik, target keandalan komunikasi ≥98%, serta logika perhitungan dan status sistem yang bekerja sesuai rancangan pada simulasi. Rancangan ini dapat dijadikan dasar implementasi, dengan rekomendasi uji purwarupa pada satu unit genset, kalibrasi K-factor berkala, dan kajian integrasi read-only dengan SCADA kelistrikan bandara.
Copyrights © 2026