Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Harmonisa Tegangan dan Arus Listrik di Gedung Teknik Penerbangan Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Suse Lamtiar Simbolon; Putri Anggraeni M; IGK. Rai Darmaja
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 14 No 02 (2021): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v14i02.416

Abstract

Electrical equipment can affect power quality. Especially non-linear loads such as (computers, electronic equipment, energy saving lamps, etc.). Measurements are needed to determine the power quality (harmonics) in the PPIC Aviation Engineering building. Measurements were made on Monday 3 August 2020 - Wednesday 5 August 2020. The highest harmonic measurement data was on Monday, 3 August 2020 with the THD value of the R phase current of 67.98%, S of 29.73%, and T of 87. 13%. The harmonic value of the measurement results exceeds the standard set by IEEE 519-1992. From the simulation results of tuned passive filter installation using ETAP 12.6.0 the harmonic value can be reduced. Before installing the Passive Single Tuned filter, the harmonic value on bus 5 was 58.11%. After installing the filter the harmonic value on bus 5 can be reduced to 12.58%.
Analisis Harmonisa Tegangan dan Arus Listrik di Gedung Teknik Penerbangan Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Suse Lamtiar Simbolon; Putri Anggraeni M; IGK. Rai Darmaja
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 14 No 02 (2021): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v14i02.416

Abstract

Electrical equipment can affect power quality. Especially non-linear loads such as (computers, electronic equipment, energy saving lamps, etc.). Measurements are needed to determine the power quality (harmonics) in the PPIC Aviation Engineering building. Measurements were made on Monday 3 August 2020 - Wednesday 5 August 2020. The highest harmonic measurement data was on Monday, 3 August 2020 with the THD value of the R phase current of 67.98%, S of 29.73%, and T of 87. 13%. The harmonic value of the measurement results exceeds the standard set by IEEE 519-1992. From the simulation results of tuned passive filter installation using ETAP 12.6.0 the harmonic value can be reduced. Before installing the Passive Single Tuned filter, the harmonic value on bus 5 was 58.11%. After installing the filter the harmonic value on bus 5 can be reduced to 12.58%.
Analisis Harmonisa Tegangan dan Arus Listrik di Gedung Teknik Penerbangan Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Suse Lamtiar Simbolon; Putri Anggraeni M; IGK. Rai Darmaja
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 14 No 02 (2021): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v14i02.416

Abstract

Electrical equipment can affect power quality. Especially non-linear loads such as (computers, electronic equipment, energy saving lamps, etc.). Measurements are needed to determine the power quality (harmonics) in the PPIC Aviation Engineering building. Measurements were made on Monday 3 August 2020 - Wednesday 5 August 2020. The highest harmonic measurement data was on Monday, 3 August 2020 with the THD value of the R phase current of 67.98%, S of 29.73%, and T of 87. 13%. The harmonic value of the measurement results exceeds the standard set by IEEE 519-1992. From the simulation results of tuned passive filter installation using ETAP 12.6.0 the harmonic value can be reduced. Before installing the Passive Single Tuned filter, the harmonic value on bus 5 was 58.11%. After installing the filter the harmonic value on bus 5 can be reduced to 12.58%.
Rancangan Monitoring Konsumsi Bahan Bakar Genset dengan Dual Flow Meter di Bandara Ngurah Rai Sandi Nugroho; Yenni Arnas; IGK. Rai Darmaja
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9271

Abstract

Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mengandalkan 14 unit genset sebagai sumber daya listrik cadangan, tetapi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) masih dipantau secara manual melalui pembacaan level tangki yang digunakan bersama oleh beberapa unit. Pada periode November 2025–Februari 2026, estimasi pemakaian BBM sebesar 3.712–4.176 liter/bulan berselisih sekitar 1.700–1.840 liter/bulan terhadap penurunan stok terukur, sehingga konsumsi aktual per unit tidak dapat diketahui. Penelitian ini bertujuan merancang sistem monitoring konsumsi BBM untuk 10 unit genset berkonfigurasi dual line di Gedung MPH 2 menggunakan metode dual flow meter serta menyusun dokumen Detail Engineering Design (DED), Bill of Quantity (BOQ), dan Rencana Kerja dan Syarat (RKS). Penelitian menggunakan pendekatan rekayasa (engineering design) yang dipilih karena pemasangan langsung pada fasilitas kritis bandara berisiko terhadap kontinuitas kelistrikan. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi laporan BBM, dan studi literatur, kemudian rancangan diverifikasi melalui perhitungan teoretis serta simulasi OpenPLC Runtime dan Node-RED. Konsumsi aktual dihitung dari selisih debit jalur supply dan return (Qaktual = Qsupply − Qreturn) menggunakan oval gear flow meter, dua PLC industri redundan, dan komunikasi Modbus RTU/RS-485. Hasil analisis menunjukkan galat gabungan instrumen 0,71% pada kondisi nominal dan 1,71–2,21% pada kondisi terburuk, estimasi waktu pembaruan data 0,5–0,8 detik, target keandalan komunikasi ≥98%, serta logika perhitungan dan status sistem yang bekerja sesuai rancangan pada simulasi. Rancangan ini dapat dijadikan dasar implementasi, dengan rekomendasi uji purwarupa pada satu unit genset, kalibrasi K-factor berkala, dan kajian integrasi read-only dengan SCADA kelistrikan bandara.
Analisis Efisiensi Sistem PLTS di MLCP Terminal Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai Akhmad Romdhon Farikh Aziz; I Wayan Juliarta; IGK. Rai Darmaja
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9273

Abstract

Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai memiliki kebutuhan energi listrik yang tinggi sehingga pengelola memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap on-grid berkapasitas 100,98 kWp di gedung Multi-Level Car Parking (MLCP) Terminal Domestik. Penelitian terdahulu di bandar udara ini masih berfokus pada perencanaan dan proyeksi, sehingga kinerja aktual sistem yang telah beroperasi belum dievaluasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis produksi energi, Final Yield, Capacity Factor, estimasi penghematan biaya listrik, deviasi terhadap baseline perencanaan, kondisi pembebanan MLCP, dan estimasi emisi yang dihindari. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif berbasis data operasional Januari–Desember 2025, dipilih karena kinerja PLTS dinilai dari besaran terukur tanpa perlakuan terhadap sistem. Hasil menunjukkan produksi energi sebesar 176.436,70 kWh/tahun, Final Yield 1.747,24 kWh/kWp (4,79 kWh/kWp/hari), dan Capacity Factor 19,95%. Estimasi penghematan biaya listrik sebesar Rp192.225.314 termasuk PPJ 5%. Produksi aktual mencapai 77,71% dari baseline perencanaan 227.059,20 kWh (deviasi 22,29%). Beban MLCP rata-rata 48,67 kW dengan maksimum 60,16 kW, dan estimasi emisi yang dihindari sebesar 153,50 ton CO2/tahun. PLTS terbukti produktif, tetapi realisasinya berada di bawah proyeksi. Penelitian lanjutan disarankan menambahkan pengukuran iradiasi dan temperatur modul agar Performance Ratio dan sumber rugi-rugi dapat dihitung, serta mengukur energi beban per interval untuk menghitung Load Coverage.
Analisis Aliran Daya dan Hubung Singkat Jaringan 20 kV Terminal Domestik Bandara Ngurah Rai Asrul Purnomo Mino; Taryana; IGK. Rai Darmaja
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9274

Abstract

Sistem distribusi tegangan menengah 20 kV Terminal Domestik Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali berperan penting dalam menjaga kontinuitas penyaluran tenaga listrik untuk operasional bandar udara. Konfigurasi jaringan looping dan kejadian gangguan ground fault pada jaringan tegangan menengah bandara menunjukkan perlunya evaluasi preventif terhadap kondisi jaringan dan sistem proteksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi aliran daya, menentukan arus hubung singkat dan kesesuaiannya terhadap kemampuan panel tegangan menengah, serta mengevaluasi respons dan selektivitas Ground Fault Relay (GFR). Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan studi kasus pada jaringan Metering Kiosk I (MK I), meliputi pengumpulan data eksisting, perhitungan manual, dan pemodelan menggunakan Electrical Transient Analysis Program (ETAP) melalui Load Flow Analysis, Short Circuit Analysis, serta simulasi Single Line to Ground Fault dengan fitur Sequence of Operation; pendekatan ini dipilih karena memungkinkan evaluasi gangguan tanpa mengganggu operasi jaringan. Hasil Load Flow menunjukkan kebutuhan daya aktif 3,997 MW dan daya reaktif 1,936 MVAr, daya tersuplai 4,015 MW, dengan rugi daya aktif 0,0178 MW dan rugi daya reaktif 0,0602 MVAr. Arus hubung singkat tiga fasa sebesar 4,519065 kA, atau 28,24% dari kemampuan panel 16 kA (Ik), dengan arus puncak 11,64654 kA di bawah 40 kA (Ip). Pengujian GFR pada jalur SSC–SSG menunjukkan relay pertama bekerja pada 289 ms dan relay berikutnya pada 294 ms dengan selisih hanya 5 ms. GFR eksisting mampu mendeteksi gangguan, namun koordinasinya belum optimal. Evaluasi parameter setting GFR direkomendasikan agar relay terdekat bekerja lebih dahulu dan relay upstream menjadi proteksi cadangan.