Pengrajin batu mulia Cempaka di Kelurahan Sungai Tiung, Kota Banjarbaru, memiliki keterampilan pengolahan batu yang kuat, tetapi masih menghadapi keterbatasan presisi produksi, paparan debu, pemanfaatan batuan sisa, kemasan, pemasaran digital, dan legalitas usaha. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas usaha Pokdarwis Trisakti Pumpung melalui modernisasi teknologi, diversifikasi batuan sisa, serta digitalisasi tata kelola dan pemasaran. Pelaksanaan memadukan Participatory Action Research dan Asset-Based Community Development dalam lima tahap: identifikasi awal, persiapan teknologi dan sistem, implementasi dan workshop, pendampingan dan evaluasi, serta konsolidasi keberlanjutan. Baseline dihimpun melalui observasi bengkel, diskusi kelompok, pemetaan alur produksi, serta penelusuran bukti pemasaran dan legalitas yang tersedia; monitoring before-after dilakukan dari tahap awal sebelum Workshop 1 (17 Juni 2026) hingga konsolidasi pada Agustus 2026. Indeks keberdayaan dihitung pada lima dimensi dengan menormalisasi indikator ke skala 0–100 dan merata-ratakan skor antardimensi. Hasil monitoring menunjukkan indeks keberdayaan meningkat dari 43,4 menjadi 75,8; waktu pemolesan turun dari 40 menjadi 25 menit; produk lolos kendali mutu meningkat dari 60% menjadi 85%; dan pemanfaatan batuan sisa mencapai 50%. Jika rentang timbulan awal 5–10 kg/bulan tetap, tingkat pemanfaatan tersebut secara ekuivalen merepresentasikan sekitar 2,5–5 kg/bulan material yang dialihkan kembali ke proses produksi. Temuan ini menunjukkan indikasi penguatan kapasitas yang relevan terhadap daya saing, tetapi belum diposisikan sebagai bukti dampak ekonomi final karena omzet, margin, dan repeat order memerlukan periode observasi yang lebih panjang.
Copyrights © 2026