ABSTRACT Based on 2023 data, polio immunization coverage at Puskesmas Padang Pasir fell short of the annual target of 95%. The low immunization coverage in this area is influenced by various factors, including community perceptions of immunization. This research aims to analyze in depth the acceptance of polio immunization using the Health Belief Model. This study employed a mixed-methods design with a cross-sectional approach. The study was conducted in the working area of Puskesmas Padang Pasir. The sample was selected using a non-probability sampling technique, namely consecutive sampling, comprising 107 mothers of children aged 0–59 months. Quantitative data were analyzed using the Chi-square test and logistic regression. The qualitative component was conducted through in-depth interviews with informants selected using purposive sampling. The quantitative analysis revealed significant associations between perceived susceptibility, severity, benefits, barriers, cues to action, and self-efficacy and the acceptance of polio immunization (p 0.05). Among these variables, perceived benefits emerged as the most dominant factor (p 0.001; OR = 25.778; 95% CI = 5.787–114.822). The qualitative findings indicated that the polio immunization program adhered to Ministry of Health guidelines and was supported by adequate health personnel. Although Posyandu cadres demonstrated a good understanding of immunization procedures, several barriers to community participation persisted, including a lack of paternal permission, children being asleep during immunization schedules, concerns about post-immunization fever, and parental work commitments. Overall, acceptance of polio immunization among mothers of children under five was relatively high (84.1%); however, strengthening health promotion and community education remains necessary. The acceptance of polio immunization among infants in the Puskesmas Padang Pasir area was influenced by all variables within the Health Belief Model (HBM), with perceived benefits emerging as the dominant factor. These findings underscore the need for targeted interventions that emphasize enhancing awareness of the benefits of immunization. Keywords: Immunization acceptance, Polio, Health Belief ModelABSTRAK Berdasarkan data tahun 2023, capaian imunisasi polio di Puskesmas Padang Pasir belum sesuai target tahunan yaitu 95%. Rendahnya persentase capaian imunisasi di Puskesmas Padang Pasir tidak terlepas dari adanya faktor-faktor yang mempengaruhi, salah satunya bisa disebabkan karena persepsi dari masyarakat itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam mengenai penerimaan imunisasi polio berdasarkan teori health belief model. Penelitian ini merupakan penelitian campuran dengan menggunakan rancangan cross sectional. Tempat penelitian di wilayah kerja Puskesmas Padang Pasir. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling yaitu consecutive sampling dengan jumlah sampel 107 ibu yang memiliki anak berumur 0-59 bulan. Data diolah menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Penelitian kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap informan yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara persepsi kerentanan, keparahan, manfaat, hambatan, keinginan untuk bertindak dan efikasi diri dengan penerimaan imunisasi polio (p-value0,05), dengan persepsi manfaat sebagai faktor dominan (p0,001; OR=25,778; CI=5,787-114,822). Hasil penelitian kualitatif menunjukkan bahwa pelaksanaan imunisasi polio telah sesuai dengan pedoman Kementerian Kesehatan dan didukung tenaga kesehatan yang memadai. Meskipun kader Posyandu telah memahami pelaksanaan imunisasi, masih terdapat hambatan dalam partisipasi masyarakat, seperti belum adanya izin dari ayah, anak yang tidur pada jadwal imunisasi, kekhawatiran terhadap kemungkinan anak akan demam, serta kondisi orang tua yang sedang bekerja. Secara umum, ibu balita menerima imunisasi polio dengan baik (84,1%), namun diperlukan peningkatan sosiolisasi dan edukasi. Penerimaan imunisasi polio pada bayi di wilayah Puskesmas Padang Pasir dipengaruhi oleh seluruh variabel dalam Health Belief Model (HBM) dengan persepsi manfaat sebagai faktor dominan. Hasil ini menunjukkan pentingnya intervensi yang menekankan peningkatan kesadaran akan manfaat imunisasi. Kata Kunci: Penerimaan imunisasi, Polio, Health Belief Model
Copyrights © 2026