Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih belum optimalnya hasil belajar matematika siswa kelas III SD IT Bunayya Pekanbaru. Sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika, cenderung bergantung pada penjelasan guru, serta belum aktif dalam kegiatan diskusi dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas III SD IT Bunayya Pekanbaru serta mengetahui besarnya pengaruh model tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi Experimental Design bentuk Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 46 siswa, terdiri atas 23 siswa kelas III Salman sebagai kelas eksperimen dan 23 siswa kelas III Ammar sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen tes berupa 10 soal yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data meliputi analisis deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, uji N-Gain, uji hipotesis menggunakan Independent-Samples Mann-Whitney U Test, dan uji effect size. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 88,70, sedangkan kelas kontrol sebesar 74,78. Rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,6918 dan kelas kontrol sebesar 0,4797, keduanya berada pada kategori sedang. Hasil uji Mann-Whitney memperoleh nilai Asymp. Sig. (2-sided) < 0,001, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Nilai effect size sebesar r = 0,61 termasuk kategori besar dengan koefisien determinasi sebesar 37,4%. Dengan demikian, model Problem Based Learning memberikan pengaruh yang signifikan dan besar terhadap hasil belajar matematika serta lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional.
Copyrights © 2026