Microteaching merupakan bentuk latihan mengajar yang menyederhanakan komponen pembelajaran agar calon guru dapat mengembangkan keterampilan mengajar secara terarah sebelum memasuki kelas yang sesungguhnya. Artikel ini bertujuan menganalisis hakikat, tujuan, karakteristik, tahapan, dan relevansi microteaching dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah artikel ilmiah yang diterbitkan pada rentang 2021–2025 dan relevan dengan microteaching, pendidikan calon guru, keterampilan mengajar, feedback, refleksi, lesson study, video pembelajaran, dan teknologi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa microteaching memberikan ruang latihan yang terkendali bagi calon guru untuk menghubungkan teori dengan praktik melalui perencanaan, praktik mengajar, observasi, feedback, refleksi, dan re-teaching. Literatur mutakhir menunjukkan bahwa microteaching berkontribusi terhadap pengembangan kompetensi pedagogik, kemampuan merencanakan pembelajaran, keterampilan komunikasi, refleksi, self-efficacy, dan kesiapan mengajar. Pemanfaatan video dan teknologi dapat memperkuat proses observasi dan refleksi, sedangkan lesson study memperluas dimensi kolaboratif melalui siklus plan–do–see dan perbaikan berulang. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, microteaching relevan untuk melatih keterampilan menjelaskan, bertanya, memberi penguatan, mengelola interaksi, menggunakan media, serta membangun komunikasi pembelajaran yang efektif. Dengan demikian, microteaching perlu diposisikan sebagai proses latihan profesional yang siklikal dan reflektif, bukan sekadar simulasi mengajar. Kata kunci: Microteaching, calon guru, keterampilan mengajar, kompetensi pedagogik, refleksi, pembelajaran Bahasa
Copyrights © 2026