Dwi Utami Panggabean
Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kesulitan Membaca Permulaan Siswa Kelas Rendah di SUN Bimbel Batangtoru Dwi Utami Panggabean; Tuti Alawiyah Matondang; Dedek Oktavia Nasution; Rama Nida Siregar
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13490

Abstract

Early reading ability is a fundamental foundation for the academic success of elementary school students. However, in reality, many lower-grade students still experience difficulties in this area. This issue is an important concern, especially in tutoring institutions that support formal education. This study aims to analyze the forms and factors causing early reading difficulties among lower-grade students at SUN Bimbel Batangtoru. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. The research subjects are lower-grade students who experience reading difficulties, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Data were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that early reading difficulties include difficulty in recognizing letters, distinguishing letter sounds, reading syllables, and combining words into simple sentences. The factors causing these difficulties consist of internal factors, such as low learning interest and students' cognitive abilities, as well as external factors, such as lack of family support and less varied teaching methods. These findings show that reading difficulties are not only caused by individual abilities but are also influenced by the learning environment. The conclusion of this study emphasizes the importance of using appropriate teaching methods and parental support in improving students' early reading skills. The implication of this study is the need to develop innovative and interactive learning strategies, as well as collaboration between teachers and parents to overcome reading difficulties in lower-grade students.
MICROTEACHING SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MENGAJAR CALON GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Dwi Utami Panggabean; Mufidah Hannum Nasution; Ifrah Muliyani E Pulungan; Akhiril Pane
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 04 (2026): Volume 12 No. 04, Desember 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i04.19191

Abstract

Microteaching merupakan bentuk latihan mengajar yang menyederhanakan komponen pembelajaran agar calon guru dapat mengembangkan keterampilan mengajar secara terarah sebelum memasuki kelas yang sesungguhnya. Artikel ini bertujuan menganalisis hakikat, tujuan, karakteristik, tahapan, dan relevansi microteaching dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah artikel ilmiah yang diterbitkan pada rentang 2021–2025 dan relevan dengan microteaching, pendidikan calon guru, keterampilan mengajar, feedback, refleksi, lesson study, video pembelajaran, dan teknologi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa microteaching memberikan ruang latihan yang terkendali bagi calon guru untuk menghubungkan teori dengan praktik melalui perencanaan, praktik mengajar, observasi, feedback, refleksi, dan re-teaching. Literatur mutakhir menunjukkan bahwa microteaching berkontribusi terhadap pengembangan kompetensi pedagogik, kemampuan merencanakan pembelajaran, keterampilan komunikasi, refleksi, self-efficacy, dan kesiapan mengajar. Pemanfaatan video dan teknologi dapat memperkuat proses observasi dan refleksi, sedangkan lesson study memperluas dimensi kolaboratif melalui siklus plan–do–see dan perbaikan berulang. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, microteaching relevan untuk melatih keterampilan menjelaskan, bertanya, memberi penguatan, mengelola interaksi, menggunakan media, serta membangun komunikasi pembelajaran yang efektif. Dengan demikian, microteaching perlu diposisikan sebagai proses latihan profesional yang siklikal dan reflektif, bukan sekadar simulasi mengajar. Kata kunci: Microteaching, calon guru, keterampilan mengajar, kompetensi pedagogik, refleksi, pembelajaran Bahasa