Kemandirian perempuan menjadi salah satu tema yang semakin banyak dihadirkan dalam budaya populer, termasuk melalui musik dan lirik lagu K-pop. Sebagai teks budaya, lirik lagu dapat menghadirkan berbagai pemaknaan mengenai perempuan, termasuk mengenai kemampuan menentukan pilihan, identitas, dan kehidupan dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kemandirian perempuan dalam lirik lagu Drama, Spicy, dan Rich Man milik aespa melalui analisis posisi Subjek–Objek dan posisi Pembaca dalam perspektif analisis wacana Sara Mills. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-interpretatif. Data penelitian berupa unit-unit lirik yang relevan dengan representasi kemandirian perempuan dari ketiga lagu tersebut, yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan studi kepustakaan. Analisis dilakukan menggunakan model analisis wacana Sara Mills untuk mengidentifikasi posisi Subjek–Objek dan posisi Pembaca, kemudian diinterpretasikan menggunakan teori representasi Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga lagu tersebut merepresentasikan perempuan sebagai Subjek yang memiliki suara, agensi, serta kemampuan menentukan pilihan dan identitas dirinya. Lagu Drama lebih menonjolkan agensi serta kemampuan menentukan identitas dan nilai diri, Spicy merepresentasikan kemampuan menentukan dan mempertahankan pilihan dalam relasi interpersonal serta menentukan nilai diri, sedangkan Rich Man menunjukkan bentuk kemandirian yang lebih luas melalui agensi, keteguhan prinsip, penentuan nilai diri, dan kemandirian material atau finansial melalui usaha sendiri. Dalam perspektif komunikasi, ketiga lagu tersebut menyampaikan gagasan mengenai perempuan yang memiliki suara, pilihan, agensi, dan kemampuan untuk menentukan dirinya sendiri. Dengan demikian, lirik Drama, Spicy, dan Rich Man tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai teks budaya populer yang merepresentasikan dan menyampaikan pemaknaan mengenai perempuan mandiri
Copyrights © 2026