Permainan tradisional merupakan bagian dari budaya lokal yang dapat menjadi ruang bagi anak untuk bergerak, berinteraksi, bekerja sama, dan mengenal kembali warisan budaya di lingkungannya. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Lapang Madrasah Miftahul Huda, Dusun 4, pada 24 Juli sampai 9 Agustus 2026 setelah Asar dengan melibatkan 20 anak. Kegiatan mengenalkan dan mempraktikkan sembilan permainan, yaitu Gobak Sodor, Beklen, Congklak, Lompat Tali, Tarompah Panjang, Lari Balok, Bebentengan, Kelereng, dan Encrak. Pelaksanaan dilakukan melalui pengenalan, demonstrasi, praktik, permainan kelompok, dan pendampingan. Hasil pengamatan menunjukkan antusiasme yang tinggi karena sebagian anak baru mengenal permainan tersebut. Rasa penasaran berkembang menjadi kegembiraan dan keinginan untuk bermain kembali. Anak-anak bahkan merasa waktu yang diberikan masih kurang karena permainan dianggap seru dan ingin dilanjutkan. Temuan ini menunjukkan bahwa pengenalan permainan tradisional melalui pengalaman langsung dapat menjadi alternatif aktivitas anak yang aktif, menyenangkan, dan sosial di tengah kuatnya daya tarik hiburan berbasis gawai.
Copyrights © 2026