Tulang ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan hasil samping industri pengolahan perikanan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku tepung tulang. Variasi lama perebusan pada proses pembuatannya diduga memengaruhi karakteristik sensori dan fisik tepung, sehingga diperlukan lama perebusan yang tepat untuk menghasilkan mutu produk yang baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik sensori dan fisik tepung tulang ikan bandeng pada variasi lama perebusan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua perlakuan, yaitu perebusan selama 1 jam (F1) dan 1,5 jam (F2), masing-masing dua ulangan. Parameter yang diamati meliputi karakteristik sensori (kenampakan, aroma, dan tekstur), densitas kamba, derajat putih, dan tingkat kecerahan (L*). Data karakteristik sensori dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney U, sedangkan data densitas kamba, derajat putih, dan tingkat kecerahan dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan F1 menghasilkan karakteristik sensori dan fisik yang lebih baik dibandingkan F2, dengan nilai kenampakan 5,00 ± 0,00, aroma 4,64 ± 0,70, tekstur 4,80 ± 0,50, dan densitas kamba 0,95 ± 0,03 g/mL. Densitas kamba berbeda nyata (p<0,05) antara kedua perlakuan, sedangkan derajat putih dan tingkat kecerahan (L*) tidak menunjukkan perbedaan nyata (p>0,05), dengan kisaran nilai masing-masing 58,46–59,07 dan 72,50–75,18. Perebusan selama 1 jam menghasilkan tepung tulang ikan bandeng dengan karakteristik sensori dan fisik yang lebih baik dibandingkan perebusan selama 1,5 jam.
Copyrights © 2026