Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Organoleptik dan Preferensi Konsumen Terhadap Berbagai Merek Nori Komersial di Pasaran Lokal Gorontalo Wila Rumina Nento; Lukman Mile; Nur'ilsya Hasan; Tsania Nurkhaliza Putri Nahdhori; Amelia Audia Asasi; Mega Laguan; Yulan Mooduto; Milya H. Entengo; Nurul Lasatua; Nuratia Soi; Aldiyanto Sedi; Mohamad Farhan Payuyu; Raihan A. Datau; Meivi Lasande; Aryo Mooduto; Aspriyanto Adjana
Vol 16 No 2 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i2.2149

Abstract

This study aimed to evaluate the sensory quality, consumer acceptance, and nutritional composition of several commercial nori products available on the market. Three commercial nori samples coded as A, B, and C were tested using an organoleptic method by assessing color, aroma, taste, and texture attributes. In addition, the nutritional composition was analyzed based on the nutrition facts listed on the product packaging, including energy, fat, carbohydrates, protein, fiber, and sodium. The results of the organoleptic test showed that product B obtained the highest average score of 4.56, followed by product A with 3.84 and product C with 3.54. Sensory evaluation indicated that product B had a dark glossy color, distinctive roasted aroma, sweet savory taste, and stable crispy texture, making it the most preferred by panelists. Nutritional composition analysis showed that products B and C had the highest energy content of 25 kcal per serving, while product A had a lower energy content of 15 kcal. Product C contained the highest fat content (2.5 g), whereas product A had the highest carbohydrate and protein contents. Differences in sensory characteristics and nutritional composition among the products influenced consumer acceptance of commercial nori products.
Variasi Lama Perebusan pada Proses Pembuatan Tepung Tulang Ikan Bandeng (Chanos chanos) terhadap Karakteristik Sensori dan Fisik Milya H. Entengo; Rahim Husain; Faiza A. Dali
Arborescent Journal Vol 3 No 3 (2026): Juni - September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/arj.v3i3.1703

Abstract

Tulang ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan hasil samping industri pengolahan perikanan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku tepung tulang. Variasi lama perebusan pada proses pembuatannya diduga memengaruhi karakteristik sensori dan fisik tepung, sehingga diperlukan lama perebusan yang tepat untuk menghasilkan mutu produk yang baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik sensori dan fisik tepung tulang ikan bandeng pada variasi lama perebusan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua perlakuan, yaitu perebusan selama 1 jam (F1) dan 1,5 jam (F2), masing-masing dua ulangan. Parameter yang diamati meliputi karakteristik sensori (kenampakan, aroma, dan tekstur), densitas kamba, derajat putih, dan tingkat kecerahan (L*). Data karakteristik sensori dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney U, sedangkan data densitas kamba, derajat putih, dan tingkat kecerahan dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan F1 menghasilkan karakteristik sensori dan fisik yang lebih baik dibandingkan F2, dengan nilai kenampakan 5,00 ± 0,00, aroma 4,64 ± 0,70, tekstur 4,80 ± 0,50, dan densitas kamba 0,95 ± 0,03 g/mL. Densitas kamba berbeda nyata (p<0,05) antara kedua perlakuan, sedangkan derajat putih dan tingkat kecerahan (L*) tidak menunjukkan perbedaan nyata (p>0,05), dengan kisaran nilai masing-masing 58,46–59,07 dan 72,50–75,18. Perebusan selama 1 jam menghasilkan tepung tulang ikan bandeng dengan karakteristik sensori dan fisik yang lebih baik dibandingkan perebusan selama 1,5 jam.