Usaha bakery rumahan di Desa Mangga Dua, Kabupaten Serdang Bedagai, memiliki produk yang beragam dan bercita rasa baik, tetapi daya saingnya tertahan oleh dua hambatan, yaitu sarana pengembangan adonan yang belum higienis dan kemasan tanpa identitas merek. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan higienitas dan kapasitas tahap pengembangan adonan serta membangun identitas merek dan kemasan produk mitra. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif yang dipadukan dengan penerapan teknologi tepat guna melalui tahap persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan keberlanjutan, dengan melibatkan pemilik usaha beserta karyawannya. Hasilnya, sebanyak 1 unit rak 15 tingkat proofing berbahan baja tahan karat dengan posisi loyang telah digunakan mitra, sehingga adonan tidak lagi dikembangkan tanpa wadah standar dan kapasitas pengembangan adonan per siklus meningkat. Sebanyak 30.000 lembar kemasan kotak bermerek yang memuat logo, alamat, dan kontak pemesanan telah dicetak dan dipakai dalam penjualan harian, sementara produksi dan omzet harian mitra naik. Pengabdian ini menerapkan pola pendampingan yang menghubungkan kebersihan proses dengan identitas produk dan dapat direplikasi pada usaha pangan bakery rumahan lain.
Copyrights © 2026