Meningkatnya kebutuhan energi dan semakin terbatasnya cadangan bahan bakar fosil mendorong pengembangan sumber energi terbarukan, salah satunya briket biomassa. Pemanfaatan arang kayu (AK), arang kotoran sapi (AKS), dan perekat kulit singkong (PKS) merupakan alternatif yang berpotensi menghasilkan bahan bakar padat ramah lingkungan dengan karakteristik pembakaran yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi komposisi AK, AKS, dan PKS terhadap karakteristik fisik dan kualitas briket. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan tiga variasi komposisi, yaitu 8:1:1, 7:2:1, dan 6:3:1, masing-masing diuji sebanyak dua kali. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, kadar abu, nilai kalor, laju pembakaran, densitas, dan densitas kamba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan proporsi AKS menurunkan kadar air dari 9,7% menjadi 6,6% dan kadar abu dari 9,3% menjadi 6,7%, serta meningkatkan nilai kalor dari 4155 kal/g menjadi 5928 kal/g, laju pembakaran dari 0,242 g/menit menjadi 0,292 g/menit, dan densitas kamba dari 0,903 g/cm³ menjadi 0,952 g/cm³, sedangkan densitas menurun dari 0,693 g/cm³ menjadi 0,596 g/cm³. Komposisi AK/AKS/PKS = 6:3:1 menghasilkan karakteristik terbaik dan memenuhi persyaratan nilai kalor minimum menurut SNI 01-6235-2000, sehingga direkomendasikan sebagai komposisi optimum dalam pembuatan briket biomassa.
Copyrights © 2026