Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model Discovery learning-EMM, pengaruh mathematical resilience, serta interaksi keduanya terhadap kemampuan numerasi siswa. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan desain faktorial 2×3. Sampel ditentukan melalui teknik acak kelompok dengan jumlah subjek pada masing-masing sel, yaitu kelas eksperimen (tinggi = 8, sedang = 22, rendah = 8) dan kelas kontrol (tinggi = 7, sedang = 23, rendah = 8). Kategori mathematical resilience ditetapkan berdasarkan skor angket menggunakan kriteria mean ± standar deviasi. Analisis data dilakukan dengan two-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan numerasi siswa yang mengikuti Discovery learning-EMM lebih tinggi dibandingkan pembelajaran konvensional (F(1,70) = 13,695, p < 0,05, η² = 0,129); (2) terdapat perbedaan kemampuan numerasi berdasarkan tingkat mathematical resilience (F(2,70) = 9,826, p < 0,05, η² = 0,186), di mana siswa dengan kategori tinggi dan sedang memiliki capaian lebih baik dibandingkan kategori rendah; dan (3) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan mathematical resilience (F(2,70) = 7,821, p < 0,05, η² = 0,148), yang menunjukkan bahwa Discovery learning-EMM lebih efektif bagi siswa dengan resilience tinggi dan sedang, sedangkan pembelajaran konvensional lebih sesuai bagi siswa dengan resilience sedang.
Copyrights © 2026