Kemampuan membaca siswa Fase A masih menghadapi berbagai kendala, seperti kesulitan mengenali huruf, membaca suku kata dan kata, serta membaca secara lancar, sehingga diperlukan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan kemampuan membaca siswa Fase A melalui penerapan model Brain Based Learning serta membandingkannya dengan model Direct Instruction berbasis Systematic Phonics. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri atas kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran Brain Based Learning dan kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran Direct Instruction berbasis Systematic Phonics. Data dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest dan dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,63, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,32. Hasil uji Mann–Whitney U terhadap N-Gain memperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan peningkatan kemampuan membaca yang signifikan antara kedua kelas. Dengan demikian, model Brain Based Learning lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa Fase A dibandingkan Direct Instruction berbasis Systematic Phonics dan dapat menjadi alternatif pembelajaran membaca yang sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar.
Copyrights © 2026