Abstrak Eskalasi krisis lingkungan global mendorong perlunya integrasi prinsip keberlanjutan pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh Green Human Resource Management (GHRM) dan Green Organizational Culture (GOC) terhadap Employee Green Behavior (EGB) dengan Green Self-Efficacy (GSE) sebagai variabel mediasi, berlandaskan Social Cognitive Theory. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatori dengan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4. Data dikumpulkan dari 310 karyawan UMKM di Kota Tanjungpinang menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GOC berpengaruh positif dan signifikan terhadap GSE, namun berpengaruh signifikan dengan arah negatif terhadap EGB. Sebaliknya, GHRM berpengaruh signifikan negatif terhadap GSE dan tidak berpengaruh signifikan terhadap EGB. GSE juga tidak berpengaruh signifikan terhadap EGB serta tidak terbukti memediasi hubungan GHRM maupun GOC terhadap EGB. Temuan ini menekankan pentingnya menghindari kejenuhan hijau (green fatigue) dan penyediaan sarana operasional nyata bagi karyawan. Kata kunci: Green Human Resource Management, Green Organizational Culture, Green Self-Efficacy, Employee Green Behavior, UMKM
Copyrights © 2026