ABSTRAKPermasalahan sampah organik di lingkungan sekolah yang belum dikelola secara optimal menjadi tantangan bagi SMP Muhammadiyah Mataram, terutama dalam membangun kebiasaan siswa untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan siswa melalui pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dan eco-enzyme sekaligus memperkuat karakter peduli lingkungan. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi permasalahan, sosialisasi, pelatihan, praktik pengolahan sampah organik, pendampingan, dan evaluasi program. Mitra kegiatan adalah SMP Muhammadiyah Mataram dengan melibatkan 30 siswa yang berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi untuk mengukur perubahan karakter peduli lingkungan, pemahaman pengelolaan sampah organik, keterampilan praktik, serta perubahan volume sampah organik di lingkungan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata skor karakter peduli lingkungan siswa meningkat dari 68,4 menjadi 86,7 atau sebesar 26,8%. Pemahaman siswa tentang pengelolaan sampah organik meningkat dari 62,3% menjadi 89,1%. Selama pelaksanaan program, volume sampah organik sekolah juga berkurang sebesar 47,5%, sementara 90% siswa telah mampu mempraktikkan pembuatan pupuk kompos dan eco-enzyme secara mandiri. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pemberdayaan berbasis praktik mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa sekaligus mendorong terbentuknya perilaku peduli lingkungan. Program ini berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan melalui pengelolaan sampah berbasis sekolah dan pemanfaatan hasil pengolahan sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran serta budaya lingkungan sekolah.Kata kunci: Pemberdayaan siswa; Sampah organik; Pupuk kompos; Eco-enzyme; Karakter peduli lingkungan. ABSTRACTThe suboptimal management of organic waste at SMP Muhammadiyah Mataram presents a challenge, particularly regarding the cultivation of responsible waste management habits among students. This community service initiative aims to empower students by transforming organic waste into compost and eco-enzymes, while simultaneously fostering an environmentally conscious mindset. The program was implemented through several stages: identification, awareness-raising, training, hands-on organic waste processing, mentoring, and evaluation. SMP Muhammadiyah Mataram served as the partner institution, with 30 students actively participating throughout the entire series of activities. Evaluation was conducted using observation, questionnaires, and documentation to measure changes in environmental awareness, understanding of organic waste management, practical skills, and the volume of organic waste within the school environment. The results indicate that the students' average environmental awareness score rose from 68.4 to 86.7, an increase of 26.8%. Student understanding of organic waste management improved from 62.3% to 89.1%. During the program, the school's organic waste volume decreased by 47.5%, and 90% of the students became capable of independently producing compost and eco-enzymes. These findings demonstrate that a practice-based empowerment approach effectively enhances students' knowledge and skills while fostering environmentally conscious behavior. The program holds potential for sustainable development through school-based management and by integrating the processed waste products into learning activities and the school's environmental culture.Keywords: Student empowerment; Organic waste; Compost fertilizer; Eco-enzyme; Environmentally caring character.
Copyrights © 2026