Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGUATAN KAPASITAS JURNALIS WARGA DALAM DISEMINASI DATA DAN INFORMASI PEMBANGUNAN Siti Sanisah; Edi Edi; Nurin Rochayati; Mas'ad Mas'ad
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 3 (2022): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i3.9334

Abstract

Abstrak: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas jurnalis warga dalam menulis dan diseminasi data dan informasi pembanguan melalui platform SID (Sistem Informasi Desa). Kegiatan berjalan lancar di aula kantor Desa Pengenjek selama 2 hari dengan peserta aktif sebanyak 22 orang. Pelaksanaan kegiatan menggambarkan bahwa (1) platform SID bagus digunakan pemerintah Desa Pengenjek untuk mempermudah kerja administrasi, pelayanan publik dan diseminasi data dan informasi pembangunan; (2) diseminasi data dan informasi pembangunan belum maksimal, infrastruktur SID terbatas dan kapasitas SDM belum memadai; (3); jurnalis warga membutuhkan peningkatan kapasitas seara berkala; (4) pemerintah desa dapat terus membina kerjasama dengan lembaga pendidikan tinggi dan lembaga lain yang berkontribusi positif pada pengembangan diseminasi data dan informasi pembangunan dan (5) pemerintah Desa Pengenjek terbuka terhadap kegiatan konstruktif untuk pengembangan mutu pembangunan desa dan masyarakat. Agar menjadi lebih baik dan maksimal, maka aktivitas jurnalis warga harus dilengkapi desain kegiatan, diberikan peningkatan kapasitas secara berkala, memberlakukan control system, melengkapi infrastruktur SID dan memberlakukan reward berbasis kinerja.Abstract:  This community service aims to strengthen the capacity of citizen journalists in writing and disseminating development data and information through the SID (Village Information System) platform. The activity ran smoothly in the Pengenjek Village office hall for 2 days with 22 active participants. The implementation of the activities illustrates that (1) the SID platform is good for the Pengenjek Village government to facilitate administrative work, public services and dissemination of development data and information; (2) dissemination of development data and information has not been maximized, SID infrastructure is limited and human resource capacity is not sufficient; (3); citizen journalists need regular capacity building; (4) the village government can continue to foster cooperation with higher education institutions and other institutions that contribute positively to the development of dissemination of development data and information and (5) the village government of Pengenjek is open to constructive activities for the development of the quality of village and community development. In order to be better and more optimal, the activities of citizen journalists must be equipped with activity designs, be given regular capacity building, enforce a control system, complete the SID infrastructure and apply performance-based rewards.
TINGKAT PEMAHAMAN PENAMBANG TENTANG NEGATIVE IMPACTS EKSPLOITASI GALIAN GOLONGAN C Siti Sanisah; Mas'ad Mas'ad; Sukuryadi Sukuryadi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 10, No 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v10i2.10374

Abstract

Abstrak:Penelitian naturalistik ini bertujuan untuk memahami tingkat pemahaman penambang tentang negative impacts eksploitasi galian Golongan C di Desa Karang Sidemen, mencakup pemahaman penambang tentang (1) galian golongan C; (2) aturan eksploitasi galian golongan C; (3) negative impacts galian golongan C bagi lingkungan sekitar dan (4) manfaat eksploitasi. Data penelitian diperoleh dari observasi, wawancara mendalam dan pencatatan dokumen yang dianalisis secara melalui tahapan collecting data, display data dan verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman penambang terhadap konsep bahan galian Golongan C dan aturan pertambangan sangat rendah, tetapi tingkat pengetahuan penambang terhadap negative impacts eksploitasi galian Golongan C cukup baik. Hanya saja penambang mengabaikan hal tersebut karena aktivitas pertambangan dapat memberikan pendapatan memadai secara mudah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Manfaat yang dapat diperoleh dari penambangan bersifat tangible benefit (diukur dengan materi) dan intangible benefit (capaian non-materi). Guna memaksimalkan aktivitas penambangan hendaknya dilakukan pengawasan dan pembinaan secara intens, menertibkan izin dan wilayah usaha pertambangan, melakukan pengelolaan dan pemanfaatan ruang secara optimal dan terencana serta melakukan reklamaasi lahan pascapenambangan. Abstract:  This naturalistic research aims to understand the level of understanding of miners about the negative impacts of exploitation of Group C excavation in Karang Sidemen Village, including miners' understanding of (1) group C excavation; (2) the rules for exploitation of class C excavation; (3) the negative impacts of class C excavation for the surrounding environment, and (4) the benefits of exploitation. The research data was obtained from observation, in-depth interviews and document recording which were analyzed through the stages of data collection, data display, and verification. The results showed that miners' understanding of the concept of Group C minerals and mining regulations was very low, but the level of miners' knowledge of the negative impacts of Group C excavation was quite good. It's just that miners do this because mining activities can provide adequate income to meet their daily needs. The benefits that can be obtained from mining, are tangible benefits (measured by material) and intangible benefits (non-material achievements). In order to maximize the activities carried out to carry out intensive supervision and guidance, regulate permits and mining business areas, carry out optimal and planned management and use of space, and carry out post-mining land reclamation.
PEMBERDAYAAN PEDAGANG DUREN MELALUI STRATEGI PROMOSI INOVATIF PADA DESA KEKAIT LOMBOK BARAT Ibrahim Ibrahim; Agus Kurniawan; Mas'ad Mas'ad; Mintasrihardi Mintasrihardi; Abdul Wahab; Siti Hasanah; Vera Mendalina; Syaharuddin Syaharuddin; Agus Herianto; Mahsup Mahsup; Sintayana Muhardini; Mardiyah Hayati; Febrita Susanti; Muslimin Muslimin; Ilham Ilham; Muhammad Khalis Ilmi; Asma Azizah; Burhanuddin Burhanuddin; Muhammad Saleh; M. Sobry; Akhmad Syafruddin; Muhammad Salahuddin; Syaifuddin Iskandar; Syarifuddin Syarifuddin
Jurnal Pengabdian Publik (JP-Publik) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3, Nomor 2 (2023) DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jp-publik.v3i2.20952

Abstract

Masih rendah ketrampilan pedagang dalam mempromosikan hasil bumi duren. Tujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat khususnya pemberdayaan pedagang duren melalui strategi inovatif pada desa kekait Lombok Barat. Metode yang digunakan adalah sosialisasi  pada pedagang.  Hasil Pengabdian kepada masyarakat ini diketahui bahwa antusias dari pedagang dalam memperkenalkan media social sebagai media promosi dagangan kepada umum. Keberadaan program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan hasil penjualan duren dari waktu ke waktu. Kedepan diperlukan event skala nasional dan internasional dengan membuat duren sebagai icon kekait sebagai hasil bumi di tanah Lombok khususnya Desa Kekait Gunung Sari. 
Edukasi peningkatan pendapatan masyarakat melalui ecobricks menjadi produk komersial di RT 07 dusun Mavilla Rengganis desa Bujur kec. Labuapi kab. Lombok Barat Mas'ad Mas'ad; Anas Munandar; Nurin Rochayati; Soalihin Soalihin; Izzul Islam
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24601

Abstract

Abstrak Kota-kota besar di Indonesia menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah, dengan sebagian besar akhirnya diolah melalui pengurugan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Kabupaten Lombok Barat juga mengalami masalah serupa, yang mengakibatkan kerugian lingkungan yang signifikan. Sampah plastik, dengan komponen zat-zat petrokimia yang berpotensi beracun, menimbulkan dampak negatif yang luas terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Dalam konteks ini, pendekatan pengelolaan sampah berbasis 4R (reduce, reuse, recycle, replace) menjadi penting untuk diterapkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengedukasi masyarakat di RT 07 Dusun Mavilla Rengganis Desa Bujur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat tentang penggunaan Ecobricks sebagai solusi pengelolaan sampah plastik yang berkelanjutan. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui workshop yang melibatkan peserta, khususnya ibu rumah tangga, untuk mempelajari dan mempraktikkan pembuatan Ecobricks dari botol plastik bekas dan sampah plastik lainnya. Hasil kegiatanya menunjukkan tingginya antusiasme dan keterlibatan peserta dalam memahami dan menerapkan teknik Ecobricks. Ecobricks yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan untuk membuat berbagai produk seperti kursi taman, meja, dan pot bunga, memberikan nilai tambah ekonomis dan ekologis bagi masyarakat setempat. Pelaksanaan program ini diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah plastik yang mencemari lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya praktik berkelanjutan dalam pengelolaan sampah. Kesimpulannya, penggunaan Ecobricks sebagai pendekatan lokal dalam mengelola sampah plastik menunjukkan potensi besar dalam mengatasi masalah lingkungan di Kabupaten Lombok Barat. Dengan edukasi yang tepat dan keterlibatan aktif masyarakat, program ini dapat menjadi model inspiratif bagi daerah lain dalam mengurangi dampak negatif dari sampah plastik dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Kata kunci: edukasi; pendapatan masyarakat; ecobricks; produk komersial Abstract Large cities in Indonesia face serious challenges in waste management, with much of it ultimately processed through landfilling at Final Disposal Sites (TPA). West Lombok Regency also experiences similar issues, resulting in significant environmental damage. Plastic waste, containing potentially toxic petrochemical components, poses broad negative impacts on the environment and human health. In this context, a waste management approach based on the 4R principles (reduce, reuse, recycle, replace) becomes crucial for implementation. This study aims to introduce and educate the community in RT 07, Mavilla Rengganis Hamlet, Bujur Village, Labuapi Subdistrict, West Lombok Regency about the use of Ecobricks as a sustainable solution for plastic waste management. The community engagement method involves workshops engaging participants, especially housewives, to learn and practice making Ecobricks from used plastic bottles and other plastic waste. The results show high enthusiasm and participation among participants in understanding and applying Ecobricks techniques. The Ecobricks produced are then utilized to create various products such as garden chairs, tables, and flower pots, providing economic and ecological value to the local community. Implementation of this program is expected to reduce plastic waste pollution while increasing awareness of the importance of sustainable waste management practices. In conclusion, the use of Ecobricks as a local approach to managing plastic waste demonstrates significant potential in addressing environmental issues in West Lombok Regency. With appropriate education and active community involvement, this program can serve as an inspirational model for other regions to reduce the negative impacts of plastic waste and support environmental sustainability. Keywords: education; community income; ecobricks; commercial products.
TRADISI MERANGKAT SEBAGAI SARANA PENGUATAN SOCIAL TRUST DALAM KOHESI SOSIAL KOMUNITAS SASAK Siti Sanisah; Mas'ad Mas'ad; Nurin Rochayati; Linda Ayu Darmurtika; Astagini Putri Kariana; Linna Mahfuzah
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.32472

Abstract

Abstrak: Merangkat adalah tradisi masyarakat Sasak di Desa Perina yang sampai saat ini masih dilestarikan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis eksistensi tradisi Merangkat dalam memperkuat social trust sebagai bagian dari kohesi sosial masyarakat Sasak di Desa Perina, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Menggunakan pendekatan kualitatif yang mengeksplorasi tiga aspek utama social trust yaitu interaksi sosial yang intens, transparansi dalam institusi sosial, dan integritas dalam kepemimpinan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi dengan responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling, serta dianalisis melalui tahapan reduksi data, display data, verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Merangkat tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga mekanisme sosial yang aktif membangun solidaritas, keterbukaan, dan kepercayaan dalam masyarakat. Dengan demikian, tradisi ini memainkan peran penting dalam memperkuat struktur sosial dan mencegah disintegrasi komunitas. Disarankan agar pemerintah desa, tokoh, dan masyarakat Desa Perina tetap menjaga kelestarian tradisi Merangkat di tengah perkembangan peradaban yang semakin modern.   Abstract:  Merangkat is a tradition of the Sasak community in Perina Village which is still being preserved. The study aims to analyze the existence of the Merangkat tradition in strengthening social trust as part of the social cohesion of the Sasak community in Perina Village, Jonggat District, Central Lombok Regency. Using a qualitative approach that explores three main aspects of social trust, namely intense social interaction, transparency in social institutions, and integrity in leadership. Data were collected through in-depth interviews and observations with respondents selected using a purposive sampling technique and analyzed through the stages of data reduction, data display, verification, and conclusion. The results showed that Merangkat is not only a cultural symbol, but also a social mechanism that actively builds solidarity, openness, and trust in the community. Thus, this tradition plays an important role in strengthening social structures and preventing community disintegration. It is recommended that the village government, leaders, and the people of Perina Village continue to preserve the Merangkat tradition amid the development of an increasingly modern civilization.
PEMBERDAYAAN SISWA MELALUI INOVASI PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK KOMPOS DAN ECO-ENZYME SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DI SMP MUHAMMADIYAH MATARAM Syafril Syafril; Mas'ad Mas'ad; Nurmanis Nurmanis; Ratna Ratna
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.39988

Abstract

ABSTRAKPermasalahan sampah organik di lingkungan sekolah yang belum dikelola secara optimal menjadi tantangan bagi SMP Muhammadiyah Mataram, terutama dalam membangun kebiasaan siswa untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan siswa melalui pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dan eco-enzyme sekaligus memperkuat karakter peduli lingkungan. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi permasalahan, sosialisasi, pelatihan, praktik pengolahan sampah organik, pendampingan, dan evaluasi program. Mitra kegiatan adalah SMP Muhammadiyah Mataram dengan melibatkan 30 siswa yang berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi untuk mengukur perubahan karakter peduli lingkungan, pemahaman pengelolaan sampah organik, keterampilan praktik, serta perubahan volume sampah organik di lingkungan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata skor karakter peduli lingkungan siswa meningkat dari 68,4 menjadi 86,7 atau sebesar 26,8%. Pemahaman siswa tentang pengelolaan sampah organik meningkat dari 62,3% menjadi 89,1%. Selama pelaksanaan program, volume sampah organik sekolah juga berkurang sebesar 47,5%, sementara 90% siswa telah mampu mempraktikkan pembuatan pupuk kompos dan eco-enzyme secara mandiri. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pemberdayaan berbasis praktik mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa sekaligus mendorong terbentuknya perilaku peduli lingkungan. Program ini berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan melalui pengelolaan sampah berbasis sekolah dan pemanfaatan hasil pengolahan sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran serta budaya lingkungan sekolah.Kata kunci: Pemberdayaan siswa; Sampah organik; Pupuk kompos; Eco-enzyme; Karakter peduli lingkungan.  ABSTRACTThe suboptimal management of organic waste at SMP Muhammadiyah Mataram presents a challenge, particularly regarding the cultivation of responsible waste management habits among students. This community service initiative aims to empower students by transforming organic waste into compost and eco-enzymes, while simultaneously fostering an environmentally conscious mindset. The program was implemented through several stages: identification, awareness-raising, training, hands-on organic waste processing, mentoring, and evaluation. SMP Muhammadiyah Mataram served as the partner institution, with 30 students actively participating throughout the entire series of activities. Evaluation was conducted using observation, questionnaires, and documentation to measure changes in environmental awareness, understanding of organic waste management, practical skills, and the volume of organic waste within the school environment. The results indicate that the students' average environmental awareness score rose from 68.4 to 86.7, an increase of 26.8%. Student understanding of organic waste management improved from 62.3% to 89.1%. During the program, the school's organic waste volume decreased by 47.5%, and 90% of the students became capable of independently producing compost and eco-enzymes. These findings demonstrate that a practice-based empowerment approach effectively enhances students' knowledge and skills while fostering environmentally conscious behavior. The program holds potential for sustainable development through school-based management and by integrating the processed waste products into learning activities and the school's environmental culture.Keywords: Student empowerment; Organic waste; Compost fertilizer; Eco-enzyme; Environmentally caring character.