Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MINAT BACA MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI PADA REFERENSI GEOGRAFI DI PERPUSTAKAAN DAERAH PROVINSI NTB, UM MATARAM, DAN PERPUSTAKAAN FKIP UM MATARAM Syafril Syafril; Suryana Nurnaningsih
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.479 KB) | DOI: 10.31764/geography.v7i2.1430

Abstract

Pendidikan merupakan satu tantangan yang serius bagi bangsa Indonesia. Angka pengangguran yang berijazah perguruan tinggi adalah salah satu indikasi rendahnya mutu pendidikan tinggi kita. Seiring dengan rendahnya mutu pendidikan, minat masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas justru semakin bertambah. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang identifikasi faktor penyebab rendahnya minat baca mahasiswa pendidkan geografi pada referensi geografi yang ada di Perpustakaan UM Mataram, Perpustakaan FKIP, dan Perpustakaan Daerah Provinsi NTB. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan Kuantitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang factor yang menghambat minat baca mahasiswa Pendidikan Geografi pada referensi geografi dalam di perpustakaan FKIP, Perpustakaan UM Mataram, dan PUSDA. Responden yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 31 orang responden sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, angket/(kusioner) dan dokumentasi, sedangkan tehnik analisis data menggunakan rumus presentase P = f/N x 100%. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa factor yang menghambat minat baca mahasiswa Pendidikan geografi pada referensi geografi di perpustakaan Daerah Provinsi NTB, Perpustakaan UM Mataram dan Perpustakaan FKIP, diantaranya adalah faktor letak, koleksi buku, sarana prasarana, desain perpustakaan dan Faktor Motivasi diri Mahasiswa merupakan factor utama yang mempengaruhi kurangnya minat mahasiswa pendidikan geografi dalam mengunjungi perpustakaan FKIP, perpustakaan UM Mataram dan Perpustakaan Daerah Provinsi NTB (PUSDA). Diperpustakaan Daerah provinsi NTB mayoritas responden menyatakan mengujungi perpustakaan Daerah NTB kurang dari 5 kali dalam satu bulan yaitu sebanyak (74,19%) kemudian diperkuat oleh data pengunjung dari bulan Januari 2016 sampai dengan Juli 2016 yang berkunjung hanya 42 orang (23,59%), di perpustakaan UMM mayoritas responden menyatakan kuranga dari 5 kali sebanyak (54,83%) kemudian diperkuat oleh data kunjungan bulan Januari 2016 sampai Juli 2016 sebanyak 77 orang (43,25%), sedangkan di perpustakann FKIP mayoritas responden menyatakan kurang dari 5 kali dalam satu bulan sebanyak (64,51%) kemudian diperkuat oleh data kunjungan bulan Januari 2016 sampai Juli 2016 sebanyak 59 orang (33,14%).
Edukasi Sikap Masyarakat terhadap Potensi Hutan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram sebagai Objek Wisata Syariah (Halal Tourism) Junaidin Junaidin; Syafril Syafril; Wulandari Dewi Susilawati
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Edisi Juli - Desember 2022
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v2i2.210

Abstract

Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui Sikap Masyarakat terhadap potensi hutan pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram sebagai objek wisata syariah (Halal Tourism). Metode pembuktian terhadap tujuan Pengabdian Masyarakat tersebut menggunakan metode sosialisasi dan edukasi deskriptif. Hasil Pengabdian Masyarakat ini menunjukkan bahwa Masyarakat Desa Batulayar Barat Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat memiliki persepsi yang BAIK terhadap rencana penerapan wisata halal di daerah ini, sikap yang POSITIF terhadap rencana penerapan wisata halal berdasarkan potensi yang ada pada hutan pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram. Hasil tersebut menunjukan bahwa pengambil keputusan Pemerintah NTB harus mendukung langkah cerdas Universitas Muhammadiyah Mataram yang memiliki hutan pendidikan sebagai objek wisata syariah (Halal Tourism). Saran untuk pengambil keputusan dalam hal ini Pemerintah NTB harus membuat kebijakan untuk mempertahankan sikap itu tetap BAIK dan POSITIF dengan membuat kebijakan yang konkrit terkait dengan implementasi pariwisata halal.
MENGEDUKASI AKAN PENTINGNYA LINGKUNGAN BERSIH DAN SEHAT DENGAN MENGAPLIKASIKAN PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS PEMILAHAN SAMPAH DI MASYARAKAT DESA TENIGA Ameryya Tri Budiarni; Dedi Yusuf; Ainun Alfina Fitria; Siti Humaya; Nurul Fidaris; Hijril Ismail; Siti Atika Rahmi; Syafril syafril
Jurnal Pengabdian Publik (JP-Publik) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3, Nomor 2 (2023) DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jp-publik.v3i2.20849

Abstract

Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab setiap warga masyarakat. Lingkungan yang sehat mencerminkan kualitas hidup masyarakat dan menjamin terjaganya kesehatan setiap individu. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Salah satu masalah yang perlu diperhatikan di daerah ini adalah pencemaran lingkungan, yaitu sampah organik dan anorganik berupa limbah rumah tangga yang dapat merusak kebersihan lingkungan. Adapun tujuan pengabdian ini bertujuan untuk  meningkatkan  kepedulian  masyarakat Desa teniga terhadap pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu dengan pelaksanaan sosialisasi perihal pemilahan sampah yang tepat. Aksi lapangan diataranya dengan kegiatan pembagian plastik sampah sebagai wadah sementara yang di bagikam di rumah rumah masyarakat Desa Teniga, memonitoring tiga kali dalam satu minggu guna mengetahui masyarat telah tepat dalam pemilahan sampah. Pemilahan sampah organik dan Anorganik memanfaatkan sampah menjadi bahan kreasi atau kerajinan tangan untuk sampah anorganik dan Pembuatan gumelang  untuk proses pembuatan kompos bagi sampah organik. Mengajak masyarakat gotong royong bersama membersihkan lingkungan di sekitar desa teniga. Kegiatan pengabdian dapat terlaksana dengan baik atas dukungan antusias dan kontribusi dari masyarakat di Desa Teniga. Kata kunci: Kesadaran, Masyarakat, Bersih
Pengaruh Experiential Learning terhadap Critical Thinking Skill Siswa SMA pada Mata Pelajaran Geografi Baiq Irnawati; Syafril Syafril; Nurin Rochayati; Mas'ad Mas'ad; Siti Sanisah
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 11 No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v11i3.31581

Abstract

This study aims to explore the influence of the Experiential Learning model on critical thinking among high school students in Geography lessons. Essentially, this study focuses on the urgent need to develop higher-level critical thinking among students, which has not been optimized due to traditional teaching methods. This study employs a quantitative approach with a quasi-experimental design, involving two classes: one as the experimental class following experiential learning-based instruction, and the other as the control class using conventional teaching methods. The research was conducted at SMAN 1 Pujut High School, with a sample of two classes: IPS 1 and IPS 2. Data collection techniques included observation, documentation, and evaluation tests. For data analysis, descriptive statistics (mean, standard deviation) and inferential statistics, including t-tests and simple linear regression, were used. The research findings indicate a significant difference between the critical thinking abilities of students in the experimental class and the control class. The average posttest scores of students in the experimental class were higher (M = 73.426; SD = 7.873) than those in the control class (M = 77.191; SD = 9.329). The t-test showed a significant p-value of p < 0.05. Therefore, it can be concluded that the use of experiential learning is effective in improving students' critical thinking in geography learning at the high school level. Students develop critical thinking skills through learning experiences. In addition to improving critical thinking skills, students are also motivated to learn. Variations in learning models such as this will improve the quality of education.
Dekonstruksi Strategi Pembelajaran IPS Terpadu Abad XXI: Analisis Kritis Efektivitas Gaya Belajar Honey & Mumford dalam Membangun Kompetensi Holistik Siswa Nurfitriatun Nurfitriatun; Syafril Syafril; Siti Sanisah
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 11 No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v11i3.31854

Abstract

Learning styles are believed to play an important role in shaping student competencies. This study aims to analyze the effectiveness of Honey & Mumford's learning styles in building holistic competencies in students. The focus is on integrated social studies learning in the 21st century. The independent variable (X) is holistic competence, including cognitive, affective, and psychomotor aspects. The dependent variable (Y) is the Honey & Mumford learning style, which consists of activist, reflector, theorist, and pragmatist aspects. The study uses a quantitative correlational approach with 77 eighth-grade students at SMP Negeri 5 Jonggat as subjects. Data were collected using a questionnaire with a Likert scale, based on indicators of Honey & Mumford's learning styles and holistic competencies. Analysis reveals a positive and significant relationship between learning styles and holistic competencies (r = 0.434; p < 0.001). Learning styles contribute 18.9% to the variation in students' holistic competencies. This finding underscores the importance of applying learning styles aligned with individual preferences to improve 21st-century educational outcomes. Teachers are advised to conduct diagnostic assessments to identify students' initial abilities. This enables teachers to design differentiated learning according to students' learning styles. Schools should develop policies and teacher training focused on student-centered learning. Curricula and learning resources should also be flexible. This flexibility supports diverse learning preferences and helps develop students' academic potential and character.
Kreativitas dan pelatihan kewirausahaan pemuda di perumahan impian sejahtera Kelurahan Karang Pule Kecamatan Sekarbela Kota Mataram Mas’ad Mas’ad; Syafril Syafril; Arif Arif; Anas Munandar; Soalihin Soalihin; Muhammad Fajrun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27736

Abstract

Abstrak Pengangguran di kalangan pemuda masih menjadi permasalahan serius di Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.Pengabdian inibertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan wirausaha pemuda melalui program pelatihan kewirausahaan agar mampu menciptakan lapangan kerja mandiri. Program ini dilaksanakan dengan metode pendekatan partisipatif melalui serangkaian kegiatan meliputi diskusi kelompok, pelatihan praktik, dan pendampingan intensif. Materi yang diberikan mencakup keterampilan produksi barang, strategi pemasaran digital, dan dasar-dasar pengelolaan bisnis. Peserta pelatihan sebanyak 17 orang terdiri dari pemuda-pemudi Kelurahan Karang Pule yang belum memiliki pekerjaan tetap. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kemampuan peserta untuk merintis usaha kecil. Indikator keberhasilan terlihat dari kemampuan peserta dalam merancang ide bisnis sederhana dan penguasaan teknik pemasaran produk melalui media sosial di akhir program. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan ekonomi lokal dan pemberdayaan pemuda di wilayah tersebut. Kata kunci: pelatihan kewirausahaan; pemberdayaan pemuda; pengangguran; ekonomi lokal. Abstrack Unemployment among youth remains a serious issue in Karang Pule Village, Sekarbela District, Mataram City. This community service initiative aims to enhance the creativity and entrepreneurial skills of youth through an entrepreneurship training program, enabling them to create independent job opportunities. The program was implemented using a participatory approach through a series of activities, including group discussions, hands-on training, and intensive mentoring. The materials provided covered skills in product manufacturing, digital marketing strategies, and basic business management. The training involved 17 participants, consisting of young men and women from Karang Pule Village who did not have permanent employment. The results showed a significant improvement in participants' understanding and ability to start small businesses. Indicators of success included participants' ability to design simple business ideas and mastery of product marketing techniques via social media by the end of the program. This community service activity is expected to have a long-term impact on local economic development and youth empowerment in the area. Keywords: entrepreneurship training; youth empowerment; unemployment; local economy