Kelompok Perikanan Sipurennu di Desa Pujananting memiliki potensi besar dalam budidaya perikanan air tawar, namun menghadapi kendala berhentinya siklus produksi. Permasalahan utama yang diangkat dalam kegiatan pengabdian ini adalah terbengkalainya fasilitas kolam budidaya sistem bioflok akibat kerusakan parah pada sarana pendukung, khususnya sistem sirkulasi udara atau aerator. Hal ini menyebabkan ketiadaan pasokan oksigen terlarut (dissolved oxygen) yang memicu berhentinya aktivitas budidaya secara total. Tujuan dari kegiatan pemberdayaan ini adalah mereaktivasi sarana fisik kolam agar siklus produksi dapat berjalan kembali. Solusi yang diterapkan meliputi gotong royong pembersihan area kolam, perbaikan jaringan instalasi kelistrikan dan perpipaan, serta peremajaan unit aerator baru. Setelah kualitas air kolam kembali memenuhi standar, tahap akhir penyelesaian masalah dilakukan melalui kegiatan restocking atau penebaran bibit ikan unggulan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa 100% sarana fisik kolam target telah berhasil direaktivasi dan beroperasi secara penuh. Sistem aerasi yang baru terbukti mampu mendistribusikan oksigen secara optimal untuk mendukung ekosistem bioflok. Kontinuitas siklus budidaya ikan di kelompok mitra juga berhasil dipulihkan, yang diharapkan berdampak pada peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat setempat
Copyrights © 2026