ABSTRACT The increasingly intensive use of smartphones among adolescents may contribute to nomophobia, defined as anxiety experienced when individuals are unable to use or are separated from their smartphones. This study aimed to describe the level of nomophobia among students at SMA Negeri 8 Makassar, both overall and across four nomophobia aspects. This study employed a quantitative approach with a descriptive research design. The respondents were 92 students from grades X, XI, and XII, selected from three classes through purposive sampling based on preliminary survey findings and information from guidance and counseling teachers. All students in the selected classes were then included using total sampling. Data were collected using a Nomophobia Scale developed by the researcher based on Yildirim’s four aspects and had met validity and reliability criteria. Data were analyzed using descriptive statistics, including frequency distributions, percentages, means, and standard deviations. The results showed that 77.2% of students were in the moderate to very high nomophobia categories, with the high category representing the largest group. The aspect of giving up convenience had the highest mean score. These findings provide preliminary information for guidance and counseling teachers in developing services that support students’ self-awareness and healthier smartphone use. ABSTRAK Penggunaan smartphone yang semakin intensif di kalangan remaja berpotensi memunculkan nomophobia, yaitu kecemasan ketika individu tidak dapat menggunakan atau berada jauh dari smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat nomophobia pada siswa SMA Negeri 8 Makassar secara umum dan berdasarkan empat aspek nomophobia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif. Responden berjumlah 92 siswa kelas X, XI, dan XII yang dipilih dari tiga kelas secara purposive berdasarkan hasil survei awal dan informasi guru Bimbingan dan Konseling, kemudian seluruh siswa pada kelas terpilih dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan Skala Nomophobia yang dikembangkan peneliti berdasarkan empat aspek Yildirim dan telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi, persentase, rata-rata, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 77,2% siswa berada pada kategori nomophobia sedang hingga sangat tinggi, dengan kategori tinggi sebagai kelompok terbesar. Aspek menyerah pada kenyamanan memiliki skor rata-rata tertinggi. Temuan ini menjadi informasi awal bagi guru BK dalam merancang layanan yang smendukung kesadaran diri dan pengelolaan penggunaan smartphone secara sehat.
Copyrights © 2026