This study was motivated by a gap between Catholic youth’s (OMK) understanding of love as a central teaching of the faith and its application in daily life. Although studies on faith formation among Catholic youth have been widely conducted, research specifically examining the relationship between the understanding of love according to the Catechism of the Catholic Church and its practice within a local youth community remains limited. This study aimed to explore the understanding and practice of love according to the Catechism of the Catholic Church among Catholic youth at Stasi Santo Yoseph Kuta Buluh. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving 15 Catholic youth selected using purposive sampling, along with pastoral figures and catechists as supporting informants. The data were analyzed inductively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings showed that the Catholic youth generally understood love as helping, supporting, forgiving, and avoiding harm to others, but their understanding had not fully reached the theological depth of love as a theological virtue. Love was practiced through service, communal activities, helping friends, and visiting sick members, but these practices remained largely limited to the internal community and were not always accompanied by deep faith reflection. The study recommends strengthening contextual catechesis, pastoral accompaniment, and Catholic youth involvement in service and social activities to deepen the practice of love as an integral part of Christian faith. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara pemahaman Orang Muda Katolik (OMK) mengenai kasih sebagai ajaran inti iman dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kajian mengenai pendidikan iman OMK telah banyak dilakukan, tetapi penelitian yang secara khusus mengkaji hubungan antara pemahaman konsep kasih menurut Katekismus Gereja Katolik dan praktiknya dalam konteks komunitas OMK di tingkat stasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman dan praktik konsep kasih menurut Katekismus Gereja Katolik di kalangan OMK di Stasi Santo Yoseph Kuta Buluh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan 15 OMK yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, serta tokoh pastoral dan katekis sebagai informan pendukung. Data dianalisis secara induktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OMK umumnya memahami kasih sebagai tindakan membantu, menolong, memaafkan, dan tidak menyakiti sesama, tetapi pemahaman tersebut belum sepenuhnya mencapai kedalaman teologis sebagai kebajikan teologal. Praktik kasih telah diwujudkan melalui pelayanan, gotong royong, membantu teman, dan kunjungan kepada anggota yang sakit, tetapi masih cenderung terbatas dalam lingkup komunitas internal dan belum selalu disertai refleksi iman yang mendalam. Penelitian ini merekomendasikan penguatan katekese kontekstual, pendampingan pastoral, serta keterlibatan OMK dalam kegiatan pelayanan dan aksi sosial untuk memperdalam penghayatan kasih sebagai bagian dari kehidupan iman.
Copyrights © 2026