Rendahnya literasi siswa di lembaga nonformal seperti Sanggar Bimbingan (SB) anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia dipicu oleh keterbatasan sumber belajar. Penelitian kualitatif etnografi ini bertujuan menganalisis upaya, dampak, serta kendala optimalisasi pojok baca sebagai sumber belajar di SB Klang Lama. Data diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap 2 guru dan 26 siswa, lalu dianalisis menggunakan teknik Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya optimalisasi meliputi peningkatan program pojok baca, penyempurnaan sarana pendukung, serta penyediaan dan pemilahan bahan bacaan yang bervariasi. Langkah ini berdampak positif pada peningkatan minat baca, semangat belajar, terbentuknya budaya membaca, dan peningkatan kemampuan membaca siswa. Meski demikian, pelaksanaan optimalisasi menghadapi kendala berupa rendahnya motivasi awal siswa, keterbatasan buku berbahasa Indonesia, dan minimnya tenaga pengajar, yang kesemuanya telah diupayakan solusinya oleh pengelola. Secara keseluruhan, optimalisasi pojok baca terbukti efektif sebagai sumber belajar alternatif untuk meningkatkan literasi siswa di lembaga nonformal, walau penguatan sarana dan kuantitas pengajar masih sangat diperlukan.
Copyrights © 2024