Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

STRATEGI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM PENGUATAN BUDAYA LITERASI BACA MELALUI PARTISIPASI SISWA DAN PUSTAKAWAN DI SD MUHAMMADIYAH TERPADU PONOROGO La Ode Farmin; Riyanto; Alip Sugianto; Aziana Nur A'ini; Ana Mizatul Laila; Sunarno
Journal of Education and Learning Sciences Vol. 4 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : CV. Gerasi Insan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56404/jels.v4i1.491

Abstract

Penguatan budaya literasi baca di sekolah dasar merupakan fondasi kritis dalam menghadapi rendahnya kecakapan membaca siswa, di mana keberadaan perpustakaan sering kali belum dimanfaatkan secara optimal selain sekadar tempat penyimpanan buku. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana strategi perpustakaan yang melibatkan partisipasi aktif siswa dan pustakawan dapat mengubah perpustakaan menjadi ekosistem belajar yang hidup dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi perpustakaan sekolah dalam penguatan budaya literasi baca melalui partisipasi siswa dan pustakawan, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambatnya di SD Muhammadiyah Terpadu Ponorogo. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam dengan kepala perpustakaan, pustakawan, dan siswa, serta dokumentasi. Data dianalisis secara interaktif melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penguatan budaya literasi dilakukan melalui pembaruan koleksi buku secara berkala setiap bulan, kolaborasi dengan ekstrakurikuler literasi (latihan menulis kreatif, kunjungan ke Perpusda, dan Festival Literasi), serta pemberdayaan siswa dan pustakawan secara terarah. Penguatan ini didukung oleh komitmen penuh manajemen sekolah dalam hal anggaran dan fasilitas, komitmen pengelola perpustakaan, serta partisipasi aktif siswa. Namun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan jangkauan variasi koleksi, ketiadaan latar belakang keilmuan perpustakaan pada SDM pengelola, padatnya jadwal akademik siswa, serta persepsi sebagian siswa yang masih memandang literasi secara sempit sebatas aktivitas membaca pasif.
Optimalisasi Pojok Baca Sebagai Sumber Belajar dalam Meningkatkan Literasi Siswa: Studi Kasus Sanggar Bimbingan Klang Lama Malaysia Putresa Herlinda Septiana; Katni; Bambang Wahrudin; Rusmi; Fachma Nur Ahsan; Sunarno
Journal of Education and Learning Sciences Vol. 4 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : CV. Gerasi Insan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56404/jels.v4i1.499

Abstract

Rendahnya literasi siswa di lembaga nonformal seperti Sanggar Bimbingan (SB) anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia dipicu oleh keterbatasan sumber belajar. Penelitian kualitatif etnografi ini bertujuan menganalisis upaya, dampak, serta kendala optimalisasi pojok baca sebagai sumber belajar di SB Klang Lama. Data diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap 2 guru dan 26 siswa, lalu dianalisis menggunakan teknik Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya optimalisasi meliputi peningkatan program pojok baca, penyempurnaan sarana pendukung, serta penyediaan dan pemilahan bahan bacaan yang bervariasi. Langkah ini berdampak positif pada peningkatan minat baca, semangat belajar, terbentuknya budaya membaca, dan peningkatan kemampuan membaca siswa. Meski demikian, pelaksanaan optimalisasi menghadapi kendala berupa rendahnya motivasi awal siswa, keterbatasan buku berbahasa Indonesia, dan minimnya tenaga pengajar, yang kesemuanya telah diupayakan solusinya oleh pengelola. Secara keseluruhan, optimalisasi pojok baca terbukti efektif sebagai sumber belajar alternatif untuk meningkatkan literasi siswa di lembaga nonformal, walau penguatan sarana dan kuantitas pengajar masih sangat diperlukan.
Strategi Guru Dalam Meningkatkan Minat Literasi Siswa Di Sanggar Bimbingan At Tanzil Lembah Jaya Selangor Malaysia Habibatul Wildain Saharu; Katni; Nurul Abidin; Faaza Anas Romadhoni; Fadhilah Mina Arsyil; Sunarno
Journal of Education and Learning Sciences Vol. 4 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : CV. Gerasi Insan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56404/jels.v4i2.503

Abstract

This study was motivated by the students' lack of interest in literacy at the Sanggar Bimbingan (SB) At-Tanzil Lembah Jaya in Selangor, Malaysia. Preliminary observations revealed that teachers had attempted various methods to stimulate student interest in literacy, such as creating reading corners, conducting ice-breaking activities at the start of lessons, utilizing audiovisual media, and fostering a fun, interactive learning atmosphere. The study aimed to examine the teachers' strategies for boosting student literacy interest and the outcomes of these strategies, as well as to identify the supporting and inhibiting factors encountered during the process. This research adopted a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and subsequently analyzed through the stages of data collection, data presentation, and drawing final conclusions. The findings indicate that the teachers' strategies to stimulate literacy interest included storytelling, the use of audiovisual media, interactive discussions, the provision of reading corners, ice-breaking activities, and various creative activities that fostered active student participation. Implementing these strategies successfully enhanced student enthusiasm, learning concentration, and the confidence to express opinions, as well as improving their reading, writing, speaking, and critical thinking skills. Factors supporting this success included the use of Islamic nasyid (vocal music) to create an enjoyable learning atmosphere and collaboration with parents to support the children's learning at home. Conversely, inhibiting factors included limited learning facilities and equipment, cramped learning spaces, a lack of adequate literacy resources, and an insufficient number of teachers relative to the student population. Therefore, support from various stakeholders is required to improve facilities and educational resources, ensuring that the literacy program at SB At-Tanzil Lembah Jaya can be implemented effectively and sustainably.
Strategi Menanggulangi Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Minat Nasabah Terhadap Produk Pembiayaan Murabahah Di BMT Surya Kencana Balong Dimas Aji Saputra; Sri Hartono; Adib Khusnul Rois; Sunarno; Shefy Khoirunnisa; Rusmi
Journal of Education and Learning Sciences Vol. 5 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : CV. Gerasi Insan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56404/jels.v5i1.509

Abstract

The low level of public interest in murabahah financing at BMT Surya Kencana Balong indicates problems that are not limited to the characteristics of the contract, but also concern financing mechanisms, internal institutional conditions, public understanding, and competition among financing institutions. This study aims to examine the implementation of murabahah financing, identify internal and external factors causing low customer interest, and analyze the strategies employed by BMT Surya Kencana Balong to increase customer interest and the community's response to these strategies. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The results show that murabahah financing has benefited customers, particularly in meeting business capital needs, increasing merchandise, supporting operational needs, and developing businesses. However, its implementation still faces obstacles related to administrative requirements, the application process, and collateral provisions. Based on the 7P marketing mix, the most prominent internal factors are price, process, and promotion. A financing margin of 1.2%–1.5% calculated on a flat monthly basis is perceived as burdensome by some micro-entrepreneurs, while procedures and collateral are considered less practical. Externally, limited Islamic financial literacy and competition from formal and informal financial institutions also affect public interest. The BMT's current strategy relies on personal selling and community education. These strategies have helped introduce the product but have not yet resulted in an optimal increase in customer interest. The required mitigation strategies include increasing transparency regarding financing margins and costs, simplifying administrative procedures without eliminating prudential principles, strengthening personal promotion and information media, improving Islamic financial literacy, optimizing service quality, and strengthening the distinctive advantages of murabahah financing, namely Sharia compliance, transparency, and certainty of installment schemes.
OPTIMIZING ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION TEACHERS’ STRATEGIES TO INCREASE STUDENT ENGAGEMENT THROUGH GROUP DISCUSSION AT SMP NEGERI 1 PONOROGO Lesya Zureyda Hernasya Putri; Nuraini; Devid Erwahyudin; Azriri Afandi; Luqmanul Hakim; Sunarno
AL-MUADDIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 4 (2024): Oktober
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/7wd3nh16

Abstract

Student engagement is an essential factor in achieving effective learning outcomes in Islamic Religious Education, yet some students remain reluctant to ask questions, participate in discussions, and express their opinions. This study aims to analyze the optimization of Islamic Religious Education teachers’ strategies in increasing student engagement through group discussion at SMP Negeri 1 Ponorogo. The study employed a qualitative descriptive approach, with data collected through observation, interviews, and documentation and analyzed through data reduction, data display, conclusion drawing, and triangulation. The findings indicate that teachers optimized group discussion through systematic planning, implementation, and evaluation of learning activities. The strategy increased students’ active participation, particularly in asking questions, expressing opinions, responding to peers’ ideas, and collaborating within groups. Its implementation was supported by teacher preparedness, varied instructional methods, and student enthusiasm, while limited instructional time, differences in student characteristics, and low self confidence among some students constrained participation. These findings imply that well planned and adaptive group discussion can serve as a practical strategy for strengthening student engagement and participatory learning in Islamic Religious Education.