Air limbah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari lingkungan dan menjadi sumber penularan penyakit. Saluran pembuangan air limbah (SPAL) yang memadai sangat penting untuk menunjang sanitasi lingkungan, khususnya di wilayah pedesaan yang umumnya memiliki keterbatasan infrastruktur. Studi ini merupakan tinjauan literatur yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepemilikan SPAL rumah tangga berdasarkan tujuh artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2024. Metode telaah dilakukan dengan mengikuti protokol PRISMA menggunakan sumber dari Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi kepemilikan SPAL terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu faktor individu (pengetahuan, sikap, dan pendapatan) serta faktor sosial-lingkungan (peran petugas kesehatan, tokoh masyarakat, dan ketersediaan lahan). Pengetahuan merupakan faktor dominan dalam membentuk perilaku kepemilikan SPAL, sementara variabel seperti tingkat pendidikan formal dan status kepemilikan rumah tidak selalu berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi berbasis komunitas, seperti penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat, untuk meningkatkan cakupan SPAL dan mendukung pencapaian sanitasi layak di tingkat rumah tangga.
Copyrights © 2026