Desa Banturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang memiliki potensi agraris berupa durian, alpukat, tanaman hortikultura, serta vegetasi lokal yang menjadi bagian dari karakter lingkungan desa. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi elemen seni terapan yang dapat mendukung estetika dan identitas visual kawasan rintisan desa wisata. Estetika yang unik pada kawasan desa wisata dapat mencitrakan kekhasan yang dapat memperkuat karakter kawasan. Oleh karena itu pentingnya kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan perguruan tinggi dalam memecahkan persoalan tersebut agar desa Banturejo semakin kuat eksistensinya yang sedang merintis sebagai desa wisata dengan andalan potensi agrarisnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menghasilkan seni vas terakota berornamen nuansa alam agraris sebagai elemen pendukung penataan lingkungan dan citra rintisan desa wisata Banturejo. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan kreatif seni dan partisipasi masyarakat. Metode dalam merealisasi tersebut terdiri dari beberapa tahapan. Antara lain: identifikasi potensi, eksplorasi dan perancangan desain, penciptaan vas terakota, penerapan ornamen, pembakaran, penataan lokasi, penanaman tanaman hias, serta evaluasi bersama mitra. Hasil kegiatan berupa 5 set vas terakota berornamen durian, alpukat, dedaunan, sulur, dan unsur vegetasi lokal yang dipadukan dengan tanaman hias lokal dan disajikan pada ruang publik balai desa Banturejo. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi seni kriya, potensi agraris, dan partisipasi masyarakat dapat menghasilkan elemen visual yang mendukung penataan lingkungan serta memperkuat karakter lokal Desa Banturejo sebagai rintisan desa wisata.
Copyrights © 2026