Mutu lulusan pondok pesantren tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan, keterikatan guru terhadap pekerjaan, dan budaya kerja yang berkembang dalam lingkungan pesantren. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan spiritual dan employee engagement guru terhadap budaya kerja guru dan mutu lulusan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui budaya kerja guru sebagai variabel intervening. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei terhadap 84 alumni dari empat pondok pesantren di Kota Tangerang yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan spiritual berpengaruh positif dan signifikan terhadap budaya kerja guru (β=0,431; p=0,000), employee engagement terhadap budaya kerja guru (β=0,383; p=0,000), budaya kerja guru terhadap mutu lulusan (β=0,243; p=0,021), kepemimpinan spiritual terhadap mutu lulusan (β=0,365; p=0,000), dan employee engagement terhadap mutu lulusan (β=0,282; p=0,004). Budaya kerja guru juga memediasi pengaruh kepemimpinan spiritual (β=0,095; p=0,048) dan employee engagement (β=0,103; p=0,025) terhadap mutu lulusan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kepemimpinan spiritual, keterikatan guru, dan internalisasi budaya kerja untuk meningkatkan mutu lulusan pesantren.
Copyrights © 2026