Penerapan Kurikulum Merdeka mengamanatkan penyusunan modul ajar yang berorientasi pada peserta didik, namun kerap terjadi kesenjangan antara perencanaan dokumen dan realitas operasional di ruang kelas. Penelitian kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal ini bertujuan menganalisis tingkat kesesuaian antara dokumen modul ajar Kurikulum Merdeka dengan implementasi nyata pembelajaran akuntansi siswa kelas X di SMKS Budi Agung Medan Tahun Ajaran 2025/2026, serta mengidentifikasi kendala guru dan dampaknya. Subjek penelitian terdiri dari satu orang guru akuntansi dan 60 peserta didik kelas X Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, observasi langsung selama tujuh sesi pertemuan, dan wawancara mendalam yang diuji menggunakan teknik triangulasi. Data dianalisis secara kualitatif interaktif melalui kondensasi data dan matriks komparatif. Hasil penelitian menunjukkan kesenjangan yang signifikan dengan tingkat kesesuaian berada pada kategori rendah hingga sedang. Model Discovery Learning dan Problem Based Learning tidak diimplementasikan secara utuh sesuai sintaks, melainkan terdistorsi menjadi pengajaran ekspositori. Komponen media digital, metode pembelajaran aktif, asesmen diagnostik, dan diferensiasi pembelajaran mengalami keterlaksanaan minim, sedangkan pertanyaan pemantik terlaksana secara konsisten. Kendala utama meliputi kebiasaan siswa yang pasif dalam diskusi, keterbatasan sarana teknologi, alokasi waktu yang terbatas, serta kesulitan merancang skenario fleksibel. Kondisi ini menyebabkan keterlibatan perilaku siswa cukup aktif, namun pemahaman kognitif siswa masih terbatas pada tingkat hafalan dan konsep dasar serta belum menjangkau kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Copyrights © 2026