Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Klasifikasi Tumor Otak Menggunakan Local Binary Pattern dan SVM Classifier Wahyu Ardiantito S; Stacyana Jesika Surianto; Suci Ramadhani; Willy Pramudia Ananta
Student Research Journal Vol. 1 No. 6 (2023): Desember : Student Research Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/srjyappi.v1i6.823

Abstract

Brain tumors are abnormal cell growths in brain tissue that can be life-threatening. This study aims to classify brain tumors to help early diagnosis. The method used is to extract features from brain MRI images using Local Binary Pattern (LBP) and then classified with Support Vector Machine (SVM). The data used were 2044 brain MRI images consisting of 3 classes namely meningioma, no tumor, and pituitary. The best results were obtained using LBP with a radius of 1 and the number of neighbors 8, while the best SVM model used the RBF kernel with a C value of 50, resulting in 88% accuracy, 86% precision, and 87% recall. It can be concluded that the combination of LBP and SVM methods is effective enough to classify brain tumor types to support early diagnosis.
Pengaruh Evaluasi Pembelajaran Terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII pada SMP Swasta Ar-Rahman Tiur Malasari Siregar; Hadizah Hadizah; Nasri Titania; Reni Permata Sari; Suci Ramadhani; Zavira Syalwa
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.4421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh evaluasi pembelajaran terhadap peningkatan motivasi belajar matematika siswa kelas VIII di SMP Swasta Ar-Rahman. Pengumpulan data dilakukan melalui angket yang mencakup beberapa aspek evaluasi, seperti frekuensi pemberian evaluasi oleh guru, pemahaman siswa terhadap materi setelah evaluasi, serta dampak evaluasi terhadap motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45,8% siswa menyatakan guru sering memberikan evaluasi setelah pembelajaran, dan 50% siswa merasa bahwa evaluasi membantu mereka memahami materi dengan lebih baik. Selain itu, 45,8% siswa menyatakan termotivasi untuk belajar lebih giat setelah evaluasi, sementara 41,7% merasa lebih percaya diri dalam menghadapi pelajaran matematika.Penelitian juga menemukan bahwa 50% siswa menyatakan guru sering menjelaskan tujuan evaluasi sebelum pelaksanaan, dan 41,7% merasa evaluasi tersebut sesuai dengan kemampuan mereka. Sebanyak 50% siswa menyatakan bahwa umpan balik dari guru setelah evaluasi jelas dan bermanfaat. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi pembelajaran yang konsisten dan adil dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Umpan balik yang relevan dan jelas juga berperan penting dalam membangun kepercayaan diri siswa terhadap kemampuan mereka dalam memahami matematika.
ANALISIS PERKEMBANGAN SOSIAL DAN MORAL SISWA KELAS 1 SD PAB 23 PATUMBAK Hanifah Azzahra; Alfito Alesky; Cindy Simanullang; Desi Mertina br Sembiring; Godman Lesmana Pakpahan; Putri Delvia; Suci Ramadhani
Jurnal Merah Putih Sekolah Dasar Vol. 1 No. 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jmpsd.v1i2.56117

Abstract

This research aims to (1) determine the characteristics of social and moral development in elementary schoolaged children, and (2) to determine the implications of children's social and moral development for the formation of social attitudes in elementary school-aged children. The research method used in this research is research by direct observation. The results of the research show that the social and moral development characteristics of elementary school children are aware of the social roles, religion, race and socio-economic status of their peers, accept cultural stereotypes and adult attitudes towards This status gives rise to group awareness in behaving in their social environment. These characteristics will remain until childhood and will continue until they are adults if educators provide stimulus to continue their developmental tasks in a mature manner. This stimulus takes the form of guidance, direction, and provides a good and healthy social and cultural environment for social, emotional and moral development so that it has implications for the formation of good social attitudes. Keywords: social development, moral development, elementary school students
Analisis Kesesuaian Modul Ajar dengan Implementasi Pembelajaran Akuntansi pada Siswa Kelas X di SMKS Budi Agung Medan Tahun Ajaran 2025/2026 Muhammad Raysa; Suci Ramadhani; Safira Aurelia Irawan; Choms Gary Ganda Tua Sibarani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13490

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka mengamanatkan penyusunan modul ajar yang berorientasi pada peserta didik, namun kerap terjadi kesenjangan antara perencanaan dokumen dan realitas operasional di ruang kelas. Penelitian kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal ini bertujuan menganalisis tingkat kesesuaian antara dokumen modul ajar Kurikulum Merdeka dengan implementasi nyata pembelajaran akuntansi siswa kelas X di SMKS Budi Agung Medan Tahun Ajaran 2025/2026, serta mengidentifikasi kendala guru dan dampaknya. Subjek penelitian terdiri dari satu orang guru akuntansi dan 60 peserta didik kelas X Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, observasi langsung selama tujuh sesi pertemuan, dan wawancara mendalam yang diuji menggunakan teknik triangulasi. Data dianalisis secara kualitatif interaktif melalui kondensasi data dan matriks komparatif. Hasil penelitian menunjukkan kesenjangan yang signifikan dengan tingkat kesesuaian berada pada kategori rendah hingga sedang. Model Discovery Learning dan Problem Based Learning tidak diimplementasikan secara utuh sesuai sintaks, melainkan terdistorsi menjadi pengajaran ekspositori. Komponen media digital, metode pembelajaran aktif, asesmen diagnostik, dan diferensiasi pembelajaran mengalami keterlaksanaan minim, sedangkan pertanyaan pemantik terlaksana secara konsisten. Kendala utama meliputi kebiasaan siswa yang pasif dalam diskusi, keterbatasan sarana teknologi, alokasi waktu yang terbatas, serta kesulitan merancang skenario fleksibel. Kondisi ini menyebabkan keterlibatan perilaku siswa cukup aktif, namun pemahaman kognitif siswa masih terbatas pada tingkat hafalan dan konsep dasar serta belum menjangkau kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Analisis Perilaku Biaya pada Usaha Bakso Bakar Ojo Lali Berdasarkan Tingkat Aktivitas Produksi di Kota Medan Safira Aurelia Irawan; Siska Sri Anggraini; Suci Ramadhani; Muhammad Raysa; Putri Kemala Dewi Lubis
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 5 No. 2 (2026): December
Publisher : Yayasan Pendidikan Mitra Mandiri Aceh(YPMMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58477/ebima.v5i2.540

Abstract

Street-vending culinary micro-enterprises are a backbone of the local economy in Medan City, yet most operators do not separate their costs by behavior relative to the level of production activity. This study describes the cost behavior of the Bakso Bakar Ojo Lali business in Medan City across different levels of production activity. It uses a descriptive quantitative method, in which numerical cost data obtained through structured interviews and business transaction records are analyzed descriptively through tabulation and percentage calculation at production volumes of 600, 700, and 800 skewers per day. The results show that raw-material and gas costs are purely variable, while labor wages, most of the water expense, and transportation are fixed, whereas electricity behaves as a mixed cost. Because of the fixed-cost component, the cost per skewer falls from IDR837 to IDR815 as volume rises, so profit grows more than proportionally to volume. These findings underline the importance of understanding cost behavior for street-vending culinary MSMEs in pricing and production decisions.