Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi Program Pembinaan Digitalisasi Pemasaran pada PKL binaan Tamansari Food Fest Kota Bandung menggunakan model Context, Input, Process, Product (CIPP) dari Stufflebeam dan Zhang (2017). Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data-data dikumpulkan melalui wawancara, obervasi, dan dokumentasi yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling sehingga bukan hanya berdasarkan status sebagai pelaku PKL binaan, tetapi juga mewakili variasi pengalaman. Data yang telah diukumpulkan selanjutnya dianalisis menggunakan perangkat NVIvo melalui proses pengodean, pengelompokan tema, dan menginterpretasikan temuan berdasarkan komponen evaluasi CIPP. Melalui penelitian ini didapatkan hasil bahwa pada aspek konteks, program telah sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh PKL dan memiliki landasan hukum meskipun masih ditemukan kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia dan rendahnya literasi digital. Pada aspek input, program mendapatkan dukungan dari pendamping, anggaran, dan menjalin kerjasama dengan berbagai mitra meskipun masih ditemui hambatan yakni biaya administrasi platform yang tinggi sehingga PKL masih dominan berjualan secara offline. Pada aspek process, pembinaan dilaksanakan dengan cara langsung mempraktikkan apa yang telah dipelajari meskipun masih belum optimal. Terakhir, pada aspek produk yang paling berkelanjutan adalah Whatsapp dan QRIS, sedangkan platform lainnya masih bervariasi. Kesimpulannya, program pembinaan digitalisasi pemasaran telah berjalan dengan baik meskipun masih membutuhkan pendampingan berkelanjutan, peningkatan literasi digital, dan mengoptimalkan platform digital.
Copyrights © 2026