Pendekatan Deep Learning menjadi salah satu strategi pembelajaran yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Di madrasah, implementasinya dipadukan dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai upaya memperkuat karakter dan nilai-nilai spiritual peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran sejarah di MAN 1 Medan, mengidentifikasi pengaruhnya terhadap pemahaman belajar peserta didik, serta mendeskripsikan tantangan yang dihadapi selama pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, dua guru sejarah, dan peserta didik kelas X, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Deep Learning melalui Meaningful Learning, Mindful Learning, dan Joyful Learning yang terintegrasi dengan Kurikulum Berbasis Cinta mampu meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran sejarah. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan minat dan kemampuan peserta didik, keterbatasan sarana pembelajaran autentik, serta belum meratanya pemahaman guru terhadap konsep Deep Learning. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi pembelajaran mendalam memerlukan dukungan kompetensi guru, kesiapan peserta didik, dan kebijakan madrasah yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026