Annisa Vira
Universitas Islam Sumatera Utara

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peranan Tokoh Intelektual Muda dalam Perkembangan Politik di Indonesia pada Era Digital Annisa Vira; Pulung Sumantri; Abdul Azis
Polyscopia Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/polyscopia.v1i1.1235

Abstract

Democracy's vitality in a nation hinges on the depth of political engagement, evident when the populace actively participates in events like presidential and regional elections. The level of political involvement serves as a pivotal gauge for a country's democratic progress, reflecting genuine concern for political development. This engagement, influenced by diverse societal groups, notably the youth, holds significance. Generation Z and Millennials, the key demographics, wield considerable influence, with Generation Z earning the moniker "the mobile generation" due to a 93.9 percent internet dependence. Meanwhile, Millennials, with an 88.4 percent reliance on the internet, grapple with career pursuits. In politics, the youth are coveted assets, pivotal in election contests for state leaders, regional heads, or representatives, given their distinct voices and impact on societal dynamics.
Implementasi Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran Sejarah di MAN 1 Medan Annisa Vira; Surya Nababan; Muhammad Ricky Hardiyansyah
Education & Learning Vol. 6 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/el.v6i2.2208

Abstract

The application of the Deep Learning approach in the implementation of the Merdeka Curriculum is one of the efforts to improve the quality of learner-centered history education. This study aims to analyze the application of the Deep Learning approach in history education at MAN 1 Medan, determine its impact on students’ learning comprehension, and identify the challenges faced in its implementation. The study employs a qualitative approach using descriptive methods. Data were collected through observations, interviews with the school’s vice principal for curriculum, history teachers, and students, as well as a review of documents. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the Deep Learning approach has been implemented through student-centered learning by integrating three main pillars—Meaningful Learning, Mindful Learning, and Joyful Learning—combined with the Semester Credit System (SKS), Independent Learning Activity Units (UKBM), and the Love-Based Curriculum (KBC). This implementation has had a positive impact on students’ learning comprehension, as evidenced by improved historical thinking, critical thinking, communication, and collaboration skills, as well as a deeper understanding of the material. The challenges faced include differences in student characteristics, limited access to authentic learning resources, and teachers’ uneven understanding of Deep Learning implementation. These findings suggest.
Tantangan dan Kendala Implementasi Deep Learning dalam Pembelajaran Sejarah: Studi Kasus di MAN 1 Medan Muhammad Nur Lubis; annisa Vira
Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/toga.v3i2.1947

Abstract

Implementasi pendekatan Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka menjadi salah satu kebijakan strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan reflektif peserta didik. Namun, penerapannya dalam pembelajaran sejarah masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya di lingkungan madrasah. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan dan kendala implementasi Deep Learning dalam pembelajaran sejarah di MAN 1 Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, dua guru sejarah, dan lima belas siswa kelas X yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Deep Learning menghadapi lima tantangan utama, yaitu keberagaman karakteristik dan minat belajar siswa, keterbatasan pemahaman guru terhadap konsep Deep Learning, keterbatasan akses terhadap sumber sejarah autentik, kendala manajemen waktu dan pengelolaan kelas, serta kemampuan berpikir kritis dan literasi sejarah siswa yang masih beragam. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru menerapkan pembelajaran kolaboratif, membentuk kelompok belajar heterogen, memvariasikan metode pembelajaran, memanfaatkan media pembelajaran yang relevan, serta mengembangkan kreativitas dalam merancang aktivitas belajar. Keberhasilan implementasi Deep Learning memerlukan sinergi antara kompetensi guru, kesiapan peserta didik, serta dukungan kebijakan dan lingkungan sekolah agar pembelajaran sejarah mampu menghasilkan pengalaman belajar yang bermakna, reflektif, dan berpusat pada peserta didik.
Penerapan Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran Sejarah di MAN 1 Medan annisa Vira
Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/toga.v3i2.1948

Abstract

Pendekatan Deep Learning menjadi salah satu strategi pembelajaran yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Di madrasah, implementasinya dipadukan dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai upaya memperkuat karakter dan nilai-nilai spiritual peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran sejarah di MAN 1 Medan, mengidentifikasi pengaruhnya terhadap pemahaman belajar peserta didik, serta mendeskripsikan tantangan yang dihadapi selama pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, dua guru sejarah, dan peserta didik kelas X, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Deep Learning melalui Meaningful Learning, Mindful Learning, dan Joyful Learning yang terintegrasi dengan Kurikulum Berbasis Cinta mampu meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran sejarah. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan minat dan kemampuan peserta didik, keterbatasan sarana pembelajaran autentik, serta belum meratanya pemahaman guru terhadap konsep Deep Learning. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi pembelajaran mendalam memerlukan dukungan kompetensi guru, kesiapan peserta didik, dan kebijakan madrasah yang berkelanjutan.