Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita. Kejadian ISPA di Kota Medan bervariasi antarwilayah sehingga perlu dianalisis berdasarkan pola spasial. Penelitian ini bertujuan menganalisis kejadian ISPA pada balita di Kota Medan tahun 2024 berdasarkan distribusi spasial, autokorelasi global dan lokal, serta keterkaitannya dengan variabel host dan environment. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dan desain ekologi. Data sekunder diperoleh dari Dinas Kesehatan dan Badan Pusat Statistik Kota Medan. Populasi terdiri atas 248.632 balita di 21 kecamatan, dengan 88.741 laporan kasus ISPA atau rasio kasus terhadap populasi sebesar 35,7%; angka ini bukan prevalensi individu unik karena satu balita dapat mengalami beberapa episode. Seluruh kecamatan menjadi sampel dengan teknik total sampling. Analisis spasial menggunakan QGIS 3.44 dan GeoDa melalui pemetaan, Global Moran’s I, Local Indicators of Spatial Association (LISA), dan Bivariate Moran’s. Hasil menunjukkan Incidence Rate tertinggi terdapat di Medan Maimun sebesar 1.851,25 per 1.000 balita. Global Moran’s I menunjukkan pola acak. LISA tidak menemukan hotspot atau coldspot signifikan, tetapi terdapat spatial outlier Low-High dan High-Low. Analisis bivariat menunjukkan hubungan spasial signifikan antara usia dan jenis kelamin dengan kejadian ISPA (p=0,040). Kejadian ISPA tidak menunjukkan autokorelasi spasial global yang signifikan, tetapi terdapat heterogenitas lokal. Pemetaan spasial secara rutin disarankan untuk mendukung pemantauan ISPA pada balita.
Copyrights © 2026