Fiqih Inayah
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mitigasi Resiko Bencana Banjir ROB Di Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan Susilawati Susilawati; Fiqih Inayah; Ipak Sinantin; Khalisa Aisyah Signora; Nazhira Azmii; Nazwa Syafira Irwani Siregar; Tita Artila
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i1.2989

Abstract

Banjir rob di Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, merupakan ancaman serius bagi masyarakat akibat pasangnya air laut yang menggenangi permukiman. Tujuan:untuk mengeksplorasi upaya mitigasi risiko bencana banjir rob di wilayah tersebut. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang dimana berupa wawancara dan observasi. Berdasarkan wawancara dan observasi, ditemukan bahwa bencana banjir rob terjadi 2 hingga 3 kali per tahun dengan ketinggian air mencapai 2,8 meter. Hasil: Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, diperoleh data dari informan yang mengungkapkan terkait mitigasi resiko bencana banjir rob di Kelurahan Nelayan Indah, Kec Medan Labuhan. yaitu masyarakat melakukan upaya mitigasi dengan cara gotong royong dalam memperbaiki benteng penahan air yang rusak, serta penanaman pohon mangrove untuk mengurangi risiko banjir. Pemerintah Kota Medan juga turut berperan dengan mengirimkan alat berat dan bahan bangunan untuk memperbaiki kerusakan infrastruktur. Selain itu, sosialisasi dan peringatan dini melalui masjid membantu meningkatkan kesiapsiagaan warga. Meskipun upaya ini cukup efektif, diperlukan langkah-langkah mitigasi jangka panjang, termasuk pembangunan infrastruktur yang lebih kokoh dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana banjir rob. Pendekatan terintegrasi antara masyarakat, pemerintah, dan organisasi terkait diharapkan dapat mengurangi dampak bencana secara signifikan di masa depan.  Kata kunci : Mitigasi; banjir rob; resiko; bencana
Analisis Spasial Kejadian ISPA Pada Balita di Kota Medan Fiqih Inayah; Wahyudi Wahyudi; Syafran Arrazy; Putra Apriadi Siregar
Jurnal Kesehatan Global Vol 9, No 3 (2026): Edisi September
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v9i3.7108

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita. Kejadian ISPA di Kota Medan bervariasi antarwilayah sehingga perlu dianalisis berdasarkan pola spasial. Penelitian ini bertujuan menganalisis kejadian ISPA pada balita di Kota Medan tahun 2024 berdasarkan distribusi spasial, autokorelasi global dan lokal, serta keterkaitannya dengan variabel host dan environment. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dan desain ekologi. Data sekunder diperoleh dari Dinas Kesehatan dan Badan Pusat Statistik Kota Medan. Populasi terdiri atas 248.632 balita di 21 kecamatan, dengan 88.741 laporan kasus ISPA atau rasio kasus terhadap populasi sebesar 35,7%; angka ini bukan prevalensi individu unik karena satu balita dapat mengalami beberapa episode. Seluruh kecamatan menjadi sampel dengan teknik total sampling. Analisis spasial menggunakan QGIS 3.44 dan GeoDa melalui pemetaan, Global Moran’s I, Local Indicators of Spatial Association (LISA), dan Bivariate Moran’s. Hasil menunjukkan Incidence Rate tertinggi terdapat di Medan Maimun sebesar 1.851,25 per 1.000 balita. Global Moran’s I menunjukkan pola acak. LISA tidak menemukan hotspot atau coldspot signifikan, tetapi terdapat spatial outlier Low-High dan High-Low. Analisis bivariat menunjukkan hubungan spasial signifikan antara usia dan jenis kelamin dengan kejadian ISPA (p=0,040). Kejadian ISPA tidak menunjukkan autokorelasi spasial global yang signifikan, tetapi terdapat heterogenitas lokal. Pemetaan spasial secara rutin disarankan untuk mendukung pemantauan ISPA pada balita.