Tempe adalah produk makanan yang terbuat dari kedelai yang difermentasi, dan kualitas serta keamanannya bergantung pada kondisi higienis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana protokol sanitasi diterapkan selama proses produksi tempe di Rumah Tempe Indonesia (RTI) di Cilendek, Bogor. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan observasi semi-terstruktur serta wawancara dengan pihak manajemen dan karyawan. Penelitian menunjukkan bahwa RTI telah menerapkan prinsip-prinsip sanitasi dan higiene seperti Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), Good Manufacturing Practices (GMP), dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP). Fasilitas sanitasi memadai, tata letak ruangan mencegah kontaminasi silang, dan limbah dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas serta pakan ternak. Namun, masih ditemukan ketidakkonsistenan dalam penggunaan alat pelindung diri oleh pekerja. Peningkatan kepatuhan pribadi diperlukan untuk meminimalkan risiko kontaminasi dan memastikan keselamatan.
Copyrights © 2026