Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Karakteristik Kimia Permen Keras dengan Penambahan Ekstrak Putik Bunga Saffron (Crocus sativus L.) Wilna Iznilillah; Arti Hastuti; Tiara Amanda Lestari; Sri Rejeki Retna Pertiwi; Muhammad Rifqi; Tresna Ligar Aphafield
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v12i1.22353

Abstract

Permen keras merupakan kategori produk pangan yang memiliki tingkat penerimaan luas di berbagai segmen konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan ekstrak putik bunga saffron (Crocus sativus L.) sebagai komponen fungsional dalam formulasi permen keras, dengan fokus pada kontribusi senyawa bioaktifnya terhadap peningkatan aktivitas antioksidan. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan dua ulangan, yang terdiri atas empat tingkat konsentrasi ekstrak saffron, yaitu 0%, 2,5%, 5,0%, dan 7,5%. Parameter yang dianalisis mencakup aktivitas antioksidan, kadar air, dan kadar abu sebagai dasar penetapan perlakuan terbaik, diikuti oleh analisis kadar gula reduksi dan sakarosa pada perlakuan terpilih. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan uji lanjut Duncan pada tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak saffron pada konsentrasi 7,5% menghasilkan formulasi permen keras dengan karakteristik paling unggul. Formulasi ini memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 47,16 µg/mL, kadar air sebesar 0,76%, kadar abu 0,72%, kadar gula reduksi 15,22%, dan kadar sakarosa 60,12%. Secara keseluruhan, penambahan ekstrak putik bunga saffron terbukti berpengaruh signifikan terhadap karakteristik kimia permen keras. Temuan ini menegaskan potensi saffron sebagai bahan fungsional dalam pengembangan produk permen keras dengan nilai tambah bioaktif.
Interaksi antara Alur Proses Produksi dan Kondisi Suhu Ruang terhadap Suhu pada Mi Blok di PT XYZ Andina Syita Noordianty; Muhammad Rifqi; Muhammad Fakih Kurniawan
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.20183

Abstract

Mi instan merupakan salah satu produk pangan yang populer dan banyak dikonsumsi masyarakat. Salah satu tahapan krusial dalam proses produksinya adalah pengendalian suhu, khususnya pada tahap pendinginan setelah penggorengan. Suhu ruang yang tinggi dapat memengaruhi efektivitas pendinginan, sehingga berdampak pada mutu dan umur simpan mi blok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi antara alur proses produksi dan suhu ruang terhadap suhu akhir mi blok di PT XYZ. Penelitian dilakukan selama satu bulan melalui observasi langsung di lapangan dan pengambilan data suhu ruang serta suhu mi blok pada empat titik waktu berbeda setiap hari. Hasil menunjukkan bahwa suhu mi blok setelah pendinginan seringkali melebihi standar maksimal perusahaan (33°C), terutama pada siang hari saat suhu ruang mencapai lebih dari 40°C. Kondisi ini disebabkan oleh meningkatnya beban panas di area produksi dan kurang optimalnya sistem pendinginan, khususnya pada desain cerobong udara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa suhu ruang yang tinggi dan sistem ventilasi yang tidak efisien berpengaruh signifikan terhadap suhu akhir mi blok. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi sistem pendinginan untuk menjaga mutu dan stabilitas produk.
Penanaman dan Penanganan Pasca Panen Sayuran Pakcoy di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor Ratu Dwi Fauziah; Muhammad Rifqi; Soni Gumilar
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.21682

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa L. subsp. chinensis) merupakan sayuran berumur pendek dengan nilai ekonomis tinggi, namun kualitas dan kesegarannya sangat rentan menurun apabila tidak ditangani dengan baik setelah panen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik budidaya serta penanganan pascapanen pakcoy di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor sekaligus menilai efektivitas strategi yang diterapkan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, serta pencatatan hasil panen, dengan produktivitas yang bervariasi antara 3–17 kg per siklus tanam bergantung pada jumlah bibit dan kondisi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanenan pada pagi atau sore hari lebih efektif dalam menjaga hidrasi jaringan sehingga kesegaran lebih lama bertahan, sedangkan sortasi dan pembersihan terbukti mengurangi kerusakan fisik serta kontaminasi. Pengemasan menggunakan trayfoam dan plastic wrap lebih unggul dalam mempertahankan bobot dan mutu visual dibandingkan plastik PP atau kertas, sementara penyimpanan pada suhu rendah (0–4 °C) berperan penting dalam memperlambat laju respirasi, menekan kerusakan fisiologis, serta menjaga kandungan gizi. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah siklus panen yang terbatas dan sarana pascapanen yang sederhana, namun dapat disimpulkan bahwa keberhasilan penanganan pascapanen pakcoy ditentukan oleh sinergi antara teknik budidaya, ketepatan waktu panen, metode pengemasan, dan manajemen penyimpanan. Temuan ini mengimplikasikan perlunya penerapan teknologi sederhana tetapi tepat guna untuk meningkatkan mutu, keamanan pangan, dan daya saing pakcoy di pasar modern maupun tradisional.