Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan kemerosotan akhlak, kedisiplinan, dan perilaku peserta didik yang salah satunya dipengaruhi oleh minimnya kontrol orang tua di luar lingkungan sekolah. Kondisi tersebut diperkuat oleh perubahan sistem evaluasi pembelajaran pada Kurikulum Merdeka melalui Rapor Digital Madrasah (RDM) yang tidak menyediakan kolom penilaian afektif secara tertulis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kompetensi pedagogik guru dalam merancang evaluasi pembelajaran, implementasi evaluasi aspek sikap, serta kendala yang dihadapi guru Akidah Akhlak kelas X MAN 2 Agam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya dilema etis-teologis ketika nilai kognitif tinggi tidak selalu mencerminkan akhlak peserta didik. Penilaian sikap tetap dilakukan secara informal melalui nilai norma pada mata pelajaran terkait dan dilaporkan kepada wali kelas. Kompetensi pedagogik guru telah diupayakan secara optimal, tetapi masih terkendala keterbatasan instrumen penilaian afektif formal dalam sistem RDM.
Copyrights © 2026