Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital yang membawa dampak signifikan terhadap dunia pendidikan, termasuk dalam perilaku penggunaan gawai oleh guru. Salah satu fenomena yang muncul adalah phubbing, yaitu perilaku mengabaikan interaksi sosial karena terlalu fokus pada ponsel. Perilaku phubbing nampak muncul terhadap guru di lingkungan sekolah, maka dikhawatirkan akan mempengaruhi motivasi mengajar guru dan inovasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh perilaku phubbing guru terhadap motivasi mengajar. (2) Pengaruh perilaku phubbing guru terhadap inovasi pembelajaran. (3) Pengaruh perilaku phubbing guru terhadap motivasi mengajar dan inovasi pembelajaran secara simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah 107 orang guru yang diambil dengan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson, regresi linier berganda, serta uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perilaku phubbing guru memiliki pengaruh terhadap motivasi mengajar. Artinya semakin tinggi perilaku phubbing yang dilakukan guru, semakin rendah tingkat motivasi mengajar guru. (2) perilaku phubbing guru memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi mengajar. Artinya semakin tinggi perilaku phubbing yang dilakukan guru, semakin rendah tingkat inovasi pembelajaran guru. (3) Perilaku phubbing guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi mengajar dan inovasi pembelajaran secara simultan. Artinya, semakin tinggi perilaku phubbing yang dilakukan guru, semakin rendang Tingkat motivasi mengajar guru yang akan berpengaruh juga terhadap rendahnya inovasi pembelajaran yang dilakukan guru. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital dan etika komunikasi bagi guru agar penggunaan teknologi dapat mendukung, bukan menghambat, kualitas pembelajaran.
Copyrights © 2026