Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berhitung pecahan siswa sekolah dasar, khususnya pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan yang masih diajarkan secara konvensional dan cenderung abstrak, sehingga siswa mengalami kesulitan memahami konsep secara bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan media pizza pecahan terhadap kemampuan berhitung siswa, pengaruh pembelajaran konvensional menggunakan KPK, serta perbedaan pengaruh kedua model tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan desain quasi experimental tipe nonequivalent control group design, melibatkan 60 siswa kelas V sebagai sampel yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes (pretest dan posttest) serta observasi, dengan analisis data melalui uji statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model RME berbantuan media pizza pecahan memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan berhitung pecahan siswa, dengan kontribusi sebesar 26%, lebih tinggi dibandingkan pembelajaran konvensional yang hanya memberikan pengaruh sebesar 22%. Selain itu, terdapat perbedaan signifikan antara kedua model, dimana pembelajaran RME lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan keaktifan siswa. Simpulan penelitian ini adalah model RME berbantuan media pizza pecahan lebih efektif dibandingkan model konvensional dalam meningkatkan kemampuan berhitung pecahan siswa sekolah dasar . Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kontekstual yang didukung media konkret dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan berhitung siswa secara lebih bermakna.
Copyrights © 2026