Air tanah merupakan sumber utama kebutuhan air masyarakat di Kelurahan Sumbersari, Kabupaten Jember, terutama untuk aktivitas domestik sehari-hari. Meningkatnya aktivitas organisasi, sanitasi rumah tangga, serta penggunaan bahan kimia di sekitar wilayah penelitian diperkirakan mempengaruhi kondisi kualitas udara tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status mutu air tanah menggunakan metode STORET berdasarkan parameter fisika, kimia, dan biologi. Pengambilan sampel dilakukan di lima lokasi sumur air tanah dengan pengukuran parameter suhu, TDS, pH, nitrat, besi (Fe), mangan (Mn), dan Escherichia coli . Hasil pengujian kemudian dibandingkan dengan baku mutu air berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2023 dan dianalisis menggunakan metode STORET sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter suhu, TDS, besi, dan mangan pada sebagian besar lokasi masih memenuhi baku mutu. Namun, parameter pH cenderung berada di atas batas standar, sedangkan kandungan E.coli ditemukan di seluruh lokasi pengamatan. Beberapa titik juga menunjukkan kadar nitrat yang melebihi ambang batas. Hasil analisis STORET menunjukkan skor berkisar antara -23 hingga -33, sehingga seluruh lokasi termasuk dalam kategori tercemar sedang. Kondisi tersebut menunjukkan adanya pengaruh aktivitas domestik dan sanitasi lingkungan terhadap penurunan kualitas air tanah di wilayah penelitian.Kata kunci: air tanah, kualitas air, metode STORET, pencemaran
Copyrights © 2026