Penelitian ini dilatarbelakangi oleh melemahnya implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar yang cenderung bersifat parsial, normatif, dan kurang kontekstual terhadap kehidupan peserta didik. Di sisi lain, kearifan lokal memiliki potensi besar sebagai sumber nilai dalam pembentukan karakter, namun belum terintegrasi secara sistematis dalam praktik pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal melalui pendekatan holistik di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, melalui analisis terhadap berbagai artikel ilmiah dan sumber relevan yang berkaitan dengan pendidikan karakter dan kearifan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi pendidikan karakter perlu dilakukan melalui integrasi lima dimensi utama, yaitu dimensi nilai, pedagogi, kurikulum, lingkungan, dan evaluasi. Model yang dihasilkan menekankan pentingnya pembelajaran kontekstual berbasis budaya lokal serta keterlibatan lingkungan sosial sebagai bagian dari proses pendidikan karakter. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual berupa model pendidikan karakter berbasis kearifan lokal yang bersifat holistik dan dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan praktik pendidikan di sekolah dasar.
Copyrights © 2026