UMKM produk kuliner di Kabupaten Bandung Barat masih menghadapi masalah pengelolaan bahan baku karena pencatatan persediaan sering dilakukan secara manual dan belum menggunakan data secara terstruktur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan manajemen persediaan berbasis data pada 10 UMKM kuliner untuk meningkatkan pemahaman, praktik pencatatan, dan efisiensi operasional. Pelaksanaan mencakup observasi awal, pelatihan pencatatan dan analisis persediaan, pendampingan penggunaan kartu stok digital sederhana selama empat minggu, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Skor rata-rata pemahaman dan praktik manajemen persediaan meningkat dari 48,6 menjadi 79,1 atau naik 30,5 poin, setara dengan 62,8%. Seluruh mitra memperoleh skor akhir yang lebih tinggi. Pendampingan juga mendorong pencatatan harian dan perencanaan kebutuhan bahan baku berdasarkan data penjualan. Hasil ini menunjukkan bahwa alat digital sederhana yang disertai pendampingan praktis dapat memperkuat pengelolaan persediaan dan mendukung efisiensi operasional UMKM kuliner.
Copyrights © 2026