Kelembaban tanah menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai rawit. Penggunaan mulsa organik dapat membantu mempertahankan kadar air tanah serta memperbaiki kondisi lingkungan tumbuh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai jenis mulsa organik terhadap kelembaban tanah dan produktivitas cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Penelitian dilaksanakan pada Februari sampai Mei 2025 di Desa Ponre-Ponre, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri atas tanpa mulsa, mulsa serbuk gergaji, mulsa daun kelapa, mulsa alang-alang, dan mulsa daun pisang. Variabel yang diamati meliputi kelembaban tanah, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang, umur berbunga, dan bobot buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan mulsa alang-alang (M3) memberikan hasil terbaik terhadap kelembaban tanah sebesar 68,25%, tinggi tanaman 94,33 cm, diameter batang 12,20 mm, jumlah cabang 36,25, umur berbunga 28,75 HST, dan bobot buah per tanaman 209,50 g. Penggunaan mulsa alang-alang efektif meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas cabai rawit serta direkomendasikan sebagai alternatif mulsa organik ramah lingkungan.
Copyrights © 2026