Kesulitan membaca permulaan pada kelas transisi sekolah dasar menghambat pencapaian membaca pemahaman siswa. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kesulitan membaca dan menganalisis faktor penyebabnya. Penelitian dilaksanakan di SDN 2 Cigantang, Kota Tasikmalaya, selama 14 hari. Subjek penelitian terdiri dari 6 dari 28 siswa kelas III (21,4%) yang dipilih secara purposive sampling, dengan guru kelas dan orang tua sebagai informan pendukung. Alur penelitian meliputi pra-lapangan, pekerjaan lapangan, dan pasca-lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, tes membaca individual, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan 100% subjek (6 siswa) belum otomatis mengenal huruf, masih mengeja, dan tidak lancar membaca nyaring. Hambatan perilaku meliputi 66,7% mudah teralih, 50% kurang percaya diri, dan 16,7% cemas. Faktor penyebab internal didominasi keterbatasan kognitif (100%) dan motivasi rendah (50%), sedangkan faktor eksternal dipengaruhi keterbatasan sarana sekolah (100%), bimbingan orang tua (33,3%), serta paparan layar. Disimpulkan bahwa kesulitan membaca bersifat multidimensi akibat interaksi faktor internal dan lingkungan. Direkomendasikan adanya remediasi terstruktur oleh guru, pendampingan orang tua, serta penguatan sarana literasi sekolah.
Copyrights © 2026