Latar Belakang: Periode neonatus merupakan masa yang sangat penting karena bayi mengalami proses adaptasi dari kehidupan intrauterin menuju kehidupan di luar rahim. Pada periode ini, bayi membutuhkan perawatan yang tepat untuk mempertahankan suhu tubuh, kecukupan nutrisi, kebersihan, serta mencegah infeksi dan komplikasi. Ibu sebagai pengasuh utama memiliki peran penting dalam melakukan perawatan neonatus di rumah. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dapat menyebabkan ibu kurang percaya diri dalam merawat bayi, terutama dalam mengenali tanda bahaya dan menentukan waktu yang tepat untuk mencari pertolongan tenaga kesehatan. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri ibu dalam melakukan perawatan neonatus melalui edukasi asuhan kebidanan dasar. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melibatkan 50 ibu yang memiliki neonatus. Kegiatan dilakukan melalui pendidikan kesehatan, demonstrasi, praktik langsung, diskusi interaktif, dan pendampingan. Materi meliputi perawatan tali pusat, menjaga kehangatan bayi, pemberian ASI, kebersihan bayi, perawatan kulit, posisi dan teknik menyusui, serta pengenalan tanda bahaya neonatus. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest serta observasi keterampilan ibu. Hasil: Rerata skor pengetahuan ibu meningkat dari 60,7 sebelum edukasi menjadi 88,6 setelah edukasi. Hasil observasi menunjukkan sebagian besar ibu mampu melakukan perawatan dasar neonatus dengan benar, terutama dalam menjaga kebersihan, perawatan tali pusat, menjaga kehangatan, dan praktik pemberian ASI. Sebanyak 44 ibu (88,0%) mampu mengenali sedikitnya empat tanda bahaya neonatus setelah mengikuti kegiatan. Kesimpulan: Edukasi asuhan kebidanan dasar melalui pendekatan pemberdayaan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan perawatan neonatus. Pendampingan berkelanjutan dan keterlibatan keluarga serta tenaga kesehatan diperlukan untuk mempertahankan kemampuan ibu dan mendukung deteksi dini komplikasi neonatus
Copyrights © 2026