Penelitian ini dilatarbelakangi oleh diskursus hubungan antara wahyu dan sains modern, khususnya mengenai deskripsi perkembangan embrio dan janin di dalam Al-Qur'an. Masalah utama yang dikaji adalah bagaimana deskripsi tekstual Al-Qur'an mengenai fase intrauterin manusia membuktikan eksistensi i’jāz ṭibbī (kemukjizatan medis) di tengah ketiadaan teknologi canggih pada abad ke-7 Masehi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian antara istilah embriologi Qur'ani dengan temuan anatomi medis modern melalui metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir ilmi dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan perkembangan janin dalam Al-Qur'an—seperti nuṭfah (fase pembuahan), ‘alaqah (fase implantasi/melekat), mudghah (gumpalan daging/somit), hingga pembentukan tulang (‘iẓām) dan otot (laḥm)—memiliki kesesuaian kronologis dan morfologis yang sangat presisi dengan perkembangan embrio modern. Kesimpulannya, keselarasan terminologi anatomi janin dalam Al-Qur'an yang melampaui pengetahuan zaman tersebut menjadi bukti konkret i’jāz ṭibbī bahwa Al-Qur'an merupakan wahyu ilahi yang sejalan dengan kebenaran ilmu pengetahuan.
Copyrights © 2026