Tsabita Salsabila
Ma’had Aly Walindo Pekalongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keindahan Rhetorical Devices dan Struktur Balaghah dalam Surah An-Nasr Tsabita Salsabila; Ali Burhan
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mengkaji kemukjizatan bahasa Al-Qur’an (I’jaz Lughowi) pada surah-surah pendek (qishar ash-suwar), khususnya Surah An-Nasr. Meskipun hanya terdiri dari tiga ayat, Surah An-Nasr menyimpan kerapatan struktur kebahasaan dan kekayaan gaya bahasa (rhetorical devices) yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk keindahan balaghah serta menganalisis bagaimana struktur tersebut mendukung penyampaian pesan utama surah, yaitu peralihan dari euforia kemenangan menuju kerendahan hati. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi pustaka (library research) dengan pendekatan analisis deskriptif-analitis terhadap teks Surah An-Nasr dan referensi kitab-kitab tafsir balaghy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keindahan struktur Balaghah dalam Surah An-Nasr terwujud dalam tiga cabang utama: aspek 'Ilm al-Ma'ani melalui penggunaan fi'il madhi (ja'a, ra'aita) yang menegaskan kepastian janji Allah serta pola syarat-jawab; aspek 'Ilm al-Bayan lewat metafora (isti'arah) pada kata al-fath; serta aspek 'Ilm al-Badi' yang menampilkan keselarasan rima (saja') dan keserasian hubungan antarkata (tanasub). Kesimpulannya, kerapatan rhetorical devices dalam Surah An-Nasr tidak sekadar berfungsi sebagai estetika kebahasaan, melainkan menjadi instrumen retoris yang secara sistematis mengarahkan sikap spiritual seorang hamba dari kemenangan menuju sikap bertasbih dan beristighfar, sekaligus membuktikan I’jaz Lughowi Al-Qur'an yang tidak teringkas oleh jumlah kata.
Anatomi Embrio dan Janin sebagai Bukti I’jāz Ṭibbī dalam Al-Qur’an Tsabita Salsabila; Faisal Abdullah; Khomsa Maulana
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh diskursus hubungan antara wahyu dan sains modern, khususnya mengenai deskripsi perkembangan embrio dan janin di dalam Al-Qur'an. Masalah utama yang dikaji adalah bagaimana deskripsi tekstual Al-Qur'an mengenai fase intrauterin manusia membuktikan eksistensi i’jāz ṭibbī (kemukjizatan medis) di tengah ketiadaan teknologi canggih pada abad ke-7 Masehi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian antara istilah embriologi Qur'ani dengan temuan anatomi medis modern melalui metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir ilmi dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan perkembangan janin dalam Al-Qur'an—seperti nuṭfah (fase pembuahan), ‘alaqah (fase implantasi/melekat), mudghah (gumpalan daging/somit), hingga pembentukan tulang (‘iẓām) dan otot (laḥm)—memiliki kesesuaian kronologis dan morfologis yang sangat presisi dengan perkembangan embrio modern. Kesimpulannya, keselarasan terminologi anatomi janin dalam Al-Qur'an yang melampaui pengetahuan zaman tersebut menjadi bukti konkret i’jāz ṭibbī bahwa Al-Qur'an merupakan wahyu ilahi yang sejalan dengan kebenaran ilmu pengetahuan.