Khomsa Maulana
Ma’had Aly Walindo Pekalongan

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Ilmu Psikologi dalam Al-Qur’an Perspektif I’jaz Tibbi: Analisis Konsep Jiwa, Perilaku, dan Kesehatan Mental Fadhlika Maulidia; Faisal Abdullah; Khomsa Maulana
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas ilmu psikologi dalam Al-Qur’an perspektif I‘jaz Tibbi dengan fokus pada konsep jiwa, perilaku, dan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep jiwa dalam Al-Qur’an, hubungan jiwa dengan perilaku dan kesehatan manusia, serta peran Al-Qur’an dalam menjaga ketenangan jiwa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari Al-Qur’an, kitab tafsir, buku, dan artikel ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menggambarkan dimensi psikologis manusia melalui konsep al-ruh, al-nafs, al-qalb, al-‘aql, dan al-fiṭrah yang saling berkaitan dalam membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku. Kondisi jiwa juga memiliki hubungan dengan kesehatan manusia, karena keseimbangan batin dapat mendukung terbentuknya perilaku positif dan kesehatan mental. Selain itu, Al-Qur’an memberikan petunjuk untuk menjaga ketenangan jiwa melalui keimanan, dzikir, doa, harapan kepada Allah, serta fungsi Al-Qur’an sebagai syifa’ bagi penyakit yang terdapat dalam dada. Dengan demikian, perspektif I‘jaz Tibbi menunjukkan relevansi petunjuk Al-Qur’an dengan pemeliharaan kesehatan mental secara holistik.
I'jāz Ṭibbī dalam Pengharaman Khamr: Analisis Al-Qur'an dalam Perspektif Kedokteran Modern Septiana Meliani; Faisal Abdullah; Khomsa Maulana
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas I’jāz Ṭibbī terkait larangan khamr dalam Al-Qur’an dan relevansinya dengan temuan kedokteran modern. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji tahapan larangan khamr dalam Al-Qur’an serta dampak konsumsi alkohol terhadap kesehatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan analisis deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan khamr ditetapkan secara bertahap hingga mencapai ketentuan final dalam Q.S. al-Mā’idah ayat 90–91. Larangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek spiritual dan moral, tetapi juga bertujuan menjaga akal dan jiwa manusia. Temuan kedokteran modern menunjukkan bahwa konsumsi alkohol dapat menyebabkan kerusakan hati, gangguan sistem saraf, penyakit kardiovaskular, serta meningkatkan risiko kanker. Kesesuaian antara larangan khamr dalam Al-Qur’an dan fakta medis modern menunjukkan relevansi I’jāz Ṭibbī dalam memahami hikmah pengharaman khamr.
Dimensi I’jaz Tibbi dalam Larangan Mendekati Zina: Analisis QS. AL-Isra’ Ayat 32 Perspektif I’jaz Tibbi fi Al-Qur’an Karya Dr. Sayyid Al-Jumaili Nabrisa Faiqoh; Faisal Abdullah; Khomsa Maulana
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zina merupakan salah satu perbuatan yang dilarang secara tegas dalam Islam. Larangan tersebut tidak hanya ditujukan terhadap perbuatan zina, tetapi juga terhadap segala sesuatu yang dapat mendekati dan mengantarkan seseorang kepadanya, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Isra’ ayat 32. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis larangan mendekati zina dalam QS. Al-Isra’ ayat 32 serta mengungkap dimensi I’jaz Ṭibbī yang terkandung di dalamnya berdasarkan perspektif Dr. Sayyid Al-Jumaili. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan jenis penelitian deskriptif-analitik. Sumber primer penelitian adalah kitab I’jaz Ṭibbī fi Al-Qur’an karya Dr. Sayyid Al-Jumaili, sedangkan sumber sekundernya berupa berbagai artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mufasir, baik klasik maupun kontemporer, memandang larangan mendekati zina sebagai bentuk pencegahan terhadap segala jalan yang dapat mengantarkan kepada perzinaan. Zina dinilai sebagai perbuatan keji dan jalan yang buruk karena berdampak pada kerusakan kehormatan, nasab, keluarga, dan kehidupan sosial. Dalam perspektif I’jaz Ṭibbī, perzinaan juga memiliki dampak terhadap kesehatan fisik dan psikologis, termasuk risiko berbagai penyakit menular seksual, tekanan batin, penyesalan, dan gangguan kehidupan sosial. Oleh karena itu, larangan mendekati zina menunjukkan dimensi preventif Al-Qur’an dalam menjaga kesehatan, kehormatan, keturunan, dan kemaslahatan manusia secara menyeluruh.
Anatomi Embrio dan Janin sebagai Bukti I’jāz Ṭibbī dalam Al-Qur’an Tsabita Salsabila; Faisal Abdullah; Khomsa Maulana
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh diskursus hubungan antara wahyu dan sains modern, khususnya mengenai deskripsi perkembangan embrio dan janin di dalam Al-Qur'an. Masalah utama yang dikaji adalah bagaimana deskripsi tekstual Al-Qur'an mengenai fase intrauterin manusia membuktikan eksistensi i’jāz ṭibbī (kemukjizatan medis) di tengah ketiadaan teknologi canggih pada abad ke-7 Masehi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian antara istilah embriologi Qur'ani dengan temuan anatomi medis modern melalui metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir ilmi dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan perkembangan janin dalam Al-Qur'an—seperti nuṭfah (fase pembuahan), ‘alaqah (fase implantasi/melekat), mudghah (gumpalan daging/somit), hingga pembentukan tulang (‘iẓām) dan otot (laḥm)—memiliki kesesuaian kronologis dan morfologis yang sangat presisi dengan perkembangan embrio modern. Kesimpulannya, keselarasan terminologi anatomi janin dalam Al-Qur'an yang melampaui pengetahuan zaman tersebut menjadi bukti konkret i’jāz ṭibbī bahwa Al-Qur'an merupakan wahyu ilahi yang sejalan dengan kebenaran ilmu pengetahuan.
Makna Tiga Puluh Bulan dalam QS. Al-Ahqaf Ayat 15: Analisis Komparatif antara Istinbāṭ Fiqh dan Limit of Viability Medis Tamama Nikmatika; Faisal Abdullah; Khomsa Maulana
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Frasa “tsalātsūna syahrā” (tiga puluh bulan) dalam QS. Al-Ahqaf: 15 merupakan isyarat numerik dalam Al-Qur'an yang menyatukan durasi mengandung dan menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk membedah makna mendalam di balik angka tiga puluh bulan tersebut melalui pendekatan interdisipliner, yakni mengomparasikan metode istinbāṭ hukum fiqh klasik dengan teori neonatologi modern. Metodologi yang digunakan adalah riset kepustakaan (library research) dengan analisis isi (content analysis) terhadap teks ayat dan literatur kedokteran. Hasil kajian menunjukkan bahwa angka tiga puluh bulan berfungsi sebagai "kunci matematika" Al-Qur'an. Ketika dikurangi dengan durasi menyusui sempurna selama 24 bulan (dua tahun) dalam QS. Luqman: 14 dan QS. Al-Baqarah: 233, ia menghasilkan angka mutlak 6 bulan sebagai batas minimal usia kehamilan hidup. Secara medis modern, angka 6 bulan ini bermakna sebagai limit of viability (batas kemampuan hidup janin) karena bertepatan dengan fase kanalikuler paru-paru dan awal produksi zat surfaktan alami. Keselarasan ini menegaskan bahwa makna tiga puluh bulan tidak hanya berfungsi secara normatif-yuridis dalam fikih nasab, melainkan sebuah bukti nyata dari mukjizat medis (I’jāz Ṭibbī).