JPIK Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman
Vol. 2 No. 3 (2026): September

Makna Tiga Puluh Bulan dalam QS. Al-Ahqaf Ayat 15: Analisis Komparatif antara Istinbāṭ Fiqh dan Limit of Viability Medis

Tamama Nikmatika (Ma’had Aly Walindo Pekalongan)
Faisal Abdullah (Ma’had Aly Walindo Pekalongan)
Khomsa Maulana (Ma’had Aly Walindo Pekalongan)



Article Info

Publish Date
29 Sep 2026

Abstract

Frasa “tsalātsūna syahrā” (tiga puluh bulan) dalam QS. Al-Ahqaf: 15 merupakan isyarat numerik dalam Al-Qur'an yang menyatukan durasi mengandung dan menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk membedah makna mendalam di balik angka tiga puluh bulan tersebut melalui pendekatan interdisipliner, yakni mengomparasikan metode istinbāṭ hukum fiqh klasik dengan teori neonatologi modern. Metodologi yang digunakan adalah riset kepustakaan (library research) dengan analisis isi (content analysis) terhadap teks ayat dan literatur kedokteran. Hasil kajian menunjukkan bahwa angka tiga puluh bulan berfungsi sebagai "kunci matematika" Al-Qur'an. Ketika dikurangi dengan durasi menyusui sempurna selama 24 bulan (dua tahun) dalam QS. Luqman: 14 dan QS. Al-Baqarah: 233, ia menghasilkan angka mutlak 6 bulan sebagai batas minimal usia kehamilan hidup. Secara medis modern, angka 6 bulan ini bermakna sebagai limit of viability (batas kemampuan hidup janin) karena bertepatan dengan fase kanalikuler paru-paru dan awal produksi zat surfaktan alami. Keselarasan ini menegaskan bahwa makna tiga puluh bulan tidak hanya berfungsi secara normatif-yuridis dalam fikih nasab, melainkan sebuah bukti nyata dari mukjizat medis (I’jāz Ṭibbī).

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jpik

Publisher

Subject

Description

JPIK Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman contains studies in the field of Islamic education which include; Islamic education thought, Islamic educational philosophy, Islamic education curriculum, Islamic education learning model, Islamic education learning strategies and methods, Islamic ...