Tamama Nikmatika
Ma’had Aly Walindo Pekalongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Estetika Bahasa dan I’jaz Lughowi dalam Al-Qur’an: Kajian Fonologi dan Balaghah Surat Al-Lahab Tamama Nikmatika; Ali Burhan
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap estetika bahasa dan kemukjizatan linguistik (i’jaz lughowi) dalam Al-Qur’an, dengan fokus khusus pada Surat Al-Lahab melalui integrasi kajian fonologi dan ilmu balaghah. Surat Al-Lahab memiliki karakteristik unik berupa narasi kecaman yang rigid namun memiliki keserasian bunyi dan struktur kalimat yang sangat tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis teks (content analysis). Sumber data utama diperoleh dari ayat-ayat Surat Al-Lahab, sementara data pendukung diambil dari kitab-kitab tafsir klasik dan literatur linguistik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Dari aspek fonologi, Surat Al-Lahab memanfaatkan variasi bunyi huruf jahar dan syiddah, serta rima akhir (fashilah) berakhiran qolqolah (tabb, lahab, kasab, hatab, masad) yang memberikan efek ketukan ritmis, menegaskan kesan dramatis dan ketegasan hukum Allah; 2) Dari aspek balaghah, surat ini kaya akan gaya bahasa majaz isnadi (pada frasa tabbat yada) dan kinayah, serta penggunaan struktur kalimat yang padat makna (ijaz). Integrasi kedua aspek ini membuktikan bahwa estetika bahasa Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai keindahan auditori (pendengaran), melainkan memperkuat pesan teologis dan emosional teks secara presisi.
Makna Tiga Puluh Bulan dalam QS. Al-Ahqaf Ayat 15: Analisis Komparatif antara Istinbāṭ Fiqh dan Limit of Viability Medis Tamama Nikmatika; Faisal Abdullah; Khomsa Maulana
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Frasa “tsalātsūna syahrā” (tiga puluh bulan) dalam QS. Al-Ahqaf: 15 merupakan isyarat numerik dalam Al-Qur'an yang menyatukan durasi mengandung dan menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk membedah makna mendalam di balik angka tiga puluh bulan tersebut melalui pendekatan interdisipliner, yakni mengomparasikan metode istinbāṭ hukum fiqh klasik dengan teori neonatologi modern. Metodologi yang digunakan adalah riset kepustakaan (library research) dengan analisis isi (content analysis) terhadap teks ayat dan literatur kedokteran. Hasil kajian menunjukkan bahwa angka tiga puluh bulan berfungsi sebagai "kunci matematika" Al-Qur'an. Ketika dikurangi dengan durasi menyusui sempurna selama 24 bulan (dua tahun) dalam QS. Luqman: 14 dan QS. Al-Baqarah: 233, ia menghasilkan angka mutlak 6 bulan sebagai batas minimal usia kehamilan hidup. Secara medis modern, angka 6 bulan ini bermakna sebagai limit of viability (batas kemampuan hidup janin) karena bertepatan dengan fase kanalikuler paru-paru dan awal produksi zat surfaktan alami. Keselarasan ini menegaskan bahwa makna tiga puluh bulan tidak hanya berfungsi secara normatif-yuridis dalam fikih nasab, melainkan sebuah bukti nyata dari mukjizat medis (I’jāz Ṭibbī).